alexametrics
23.4 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Verifikasi 13 Benda Diduga Cagar Budaya di Madiun Terganjal Anggaran

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ratusan benda diduga cagar budaya (BDCB) di Kabupaten Madiun bakal lama menunggu status sah sebagai benda cagar budaya. Pasalnya, pemkab hanya menyodorkan belasan untuk diverifikasi beberapa waktu lalu. ‘’Tahun ini difokuskan ke BDCB yang sudah pasti milik pemerintah,’’ kata Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Bariyanto, Rabu (1/12).

Tahun ini tim dikbud melakukan pendataan BDCB yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Hasilnya, didapatkan 448 BDCB dengan berbagai kondisi dan status keberadaan. Kendati demikian, belakangan hanya 13 yang masuk pengkajian tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Disinggung soal minimnya jumlah BDCB yang disodorkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya itu, Bariyanto berdalih karena faktor anggaran. ‘’Selain karena itu (anggaran, Red), kedatangan tim dari Trowulan dan Jatim ke Kabupaten Madiun saat itu juga singkat, hanya dua hari,’’ ujarnya.

Sebanyak 435 BDCB dipastikan tak akan berubah status untuk waktu cukup lama. Padahal, keberadaannya butuh perhatian dan perawatan lebih maksimal. Kendati demikian, Bariyanto mengatakan bahwa selama ini sudah ada juru perawat masing-masing. ‘’Ada beberapa BDCB yang juga dititipkan ke warga. Itu juga menjadi pertimbangan mengapa hanya 13 yang diajukan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Madiun Kota Copot Oknum Bhabinkamtibmas Perusak Lapak UMKM

Bariyanto menjelaskan, berbagai data mengenai 13 BDCB telah dikantongi tim pengkaji. Sejumlah standar ketentuan BDCB untuk menjadi cagar budaya bakal dihitung. Artinya, tidak semua dari 13 BDCB yang disodorkan ke pihak Trowulan dan Pemprov Jatim itu bakal mulus diresmikan sebagai cagar budaya. ‘’Saat ini kami masih menunggu hasil kajian 13 BDCB itu. Kemungkinan minggu-minggu ini keluar,’’ tuturnya.

Bariyanto enggan membeber 13 BDCB yang diajukan itu dengan alasan rekomendasi dari tim pengkaji belum keluar. Dia hanya menyebut Pendapa Muda Graha sebagai satu dari belasan BDCB itu. Kini, segala sesuatu tentang pendapa lama Kabupaten Madiun yang dibangun pada 1928 tersebut sedang dipelototi tim pengkaji. Mulai luasan, fisik bangungan, sampai ornamen-ornamen yang ada di dalam gedung. ‘’Diharapkan 13 BDCB itu mendapat rekomendasi semua dari tim pengkaji sehingga dapat ditetapkan tahun ini,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ratusan benda diduga cagar budaya (BDCB) di Kabupaten Madiun bakal lama menunggu status sah sebagai benda cagar budaya. Pasalnya, pemkab hanya menyodorkan belasan untuk diverifikasi beberapa waktu lalu. ‘’Tahun ini difokuskan ke BDCB yang sudah pasti milik pemerintah,’’ kata Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Bariyanto, Rabu (1/12).

Tahun ini tim dikbud melakukan pendataan BDCB yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Hasilnya, didapatkan 448 BDCB dengan berbagai kondisi dan status keberadaan. Kendati demikian, belakangan hanya 13 yang masuk pengkajian tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Disinggung soal minimnya jumlah BDCB yang disodorkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya itu, Bariyanto berdalih karena faktor anggaran. ‘’Selain karena itu (anggaran, Red), kedatangan tim dari Trowulan dan Jatim ke Kabupaten Madiun saat itu juga singkat, hanya dua hari,’’ ujarnya.

Sebanyak 435 BDCB dipastikan tak akan berubah status untuk waktu cukup lama. Padahal, keberadaannya butuh perhatian dan perawatan lebih maksimal. Kendati demikian, Bariyanto mengatakan bahwa selama ini sudah ada juru perawat masing-masing. ‘’Ada beberapa BDCB yang juga dititipkan ke warga. Itu juga menjadi pertimbangan mengapa hanya 13 yang diajukan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Semprot Rekanan Proyek Puskesmas Wungu

Bariyanto menjelaskan, berbagai data mengenai 13 BDCB telah dikantongi tim pengkaji. Sejumlah standar ketentuan BDCB untuk menjadi cagar budaya bakal dihitung. Artinya, tidak semua dari 13 BDCB yang disodorkan ke pihak Trowulan dan Pemprov Jatim itu bakal mulus diresmikan sebagai cagar budaya. ‘’Saat ini kami masih menunggu hasil kajian 13 BDCB itu. Kemungkinan minggu-minggu ini keluar,’’ tuturnya.

Bariyanto enggan membeber 13 BDCB yang diajukan itu dengan alasan rekomendasi dari tim pengkaji belum keluar. Dia hanya menyebut Pendapa Muda Graha sebagai satu dari belasan BDCB itu. Kini, segala sesuatu tentang pendapa lama Kabupaten Madiun yang dibangun pada 1928 tersebut sedang dipelototi tim pengkaji. Mulai luasan, fisik bangungan, sampai ornamen-ornamen yang ada di dalam gedung. ‘’Diharapkan 13 BDCB itu mendapat rekomendasi semua dari tim pengkaji sehingga dapat ditetapkan tahun ini,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/