alexametrics
23.3 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Petani Kakao Kabupaten Madiun Harus Mandiri

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus mendorong kemandirian petani kakao. Lewat penyuluh pertanian lapangan (PPL), mereka dikenalkan cara memaksimalkan hasil kebun jenis tanaman tersebut. ‘’Kadang-kadang, hasil panen berkurang itu karena perawatan kurang,’’ kata Kabid Perkebunan Disperta Kabupaten Madiun Imron Rasidi, Rabu (2/2).

Imron mengungkapkan, pasar kakao masih menjanjikan. Harga jual kakao kering fermentasi bisa menembus Rp 35 ribu per kilogram. Namun, hasil pertanian berbanding terbalik dengan pangsa pasar yang disebutnya lebih baik itu. ‘’Soal penurunan hasil panen, tanaman seperti kakao punya titik maksimal,’’ ujarnya.

Imron menjelaskan, kakao mulai berbuah di umur tiga tahun. Kemudian, buahnya semakin lama semakin banyak seiring pertambahan usia. Produktivitas baru menurun setelah 20 tahun. Karena itu, peremajaan tanaman menjadi penting.

Salah satu caranya dengan teknik sambung. Pun, dia mengklaim pembinaan terkait hal tersebut sudah dilakukan sedari dulu. Petani pun sudah paham dengan teknik tersebut. ’’Kalau ada yang tidak, mungkin belum pernah menerapkan,’’ ungkap Imron. ‘’Kalau soal pupuk, pakai pupuk kandang sudah cukup agar tanah tetap baik,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Bajulan Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Disinggung sikap disperta perihal peremajaan tanaman kakao, Imron angkat bahu. Pasalnya, tidak ada bantuan bibit kakao baru untuk petani dari pemkab tahun ini. Kendati demikian, kemungkinan akan ada intervensi dari Pemprov Jatim terkait bantuan bibit kakao. ‘’Kemungkinan akan disalurkan awal musim hujan tahun ini, September atau Oktober,’’ bebernya.

Imron tidak menampik bahwa kakao merupakan komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Madiun. Catatan disperta, total kebun kakao di daerah setempat sekitar 4.300 hektare. Tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kare, Dagangan, dan Gemarang.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian, kakao Kabupaten Madiun memiliki kualitas yang baik. ‘’Untuk memaksimalkan kakao, kami berikan penyuluhan melalui PPL seperti edukasi fermentasi agar mendapat harga jual yang baik,’’ tuturnya. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus mendorong kemandirian petani kakao. Lewat penyuluh pertanian lapangan (PPL), mereka dikenalkan cara memaksimalkan hasil kebun jenis tanaman tersebut. ‘’Kadang-kadang, hasil panen berkurang itu karena perawatan kurang,’’ kata Kabid Perkebunan Disperta Kabupaten Madiun Imron Rasidi, Rabu (2/2).

Imron mengungkapkan, pasar kakao masih menjanjikan. Harga jual kakao kering fermentasi bisa menembus Rp 35 ribu per kilogram. Namun, hasil pertanian berbanding terbalik dengan pangsa pasar yang disebutnya lebih baik itu. ‘’Soal penurunan hasil panen, tanaman seperti kakao punya titik maksimal,’’ ujarnya.

Imron menjelaskan, kakao mulai berbuah di umur tiga tahun. Kemudian, buahnya semakin lama semakin banyak seiring pertambahan usia. Produktivitas baru menurun setelah 20 tahun. Karena itu, peremajaan tanaman menjadi penting.

Salah satu caranya dengan teknik sambung. Pun, dia mengklaim pembinaan terkait hal tersebut sudah dilakukan sedari dulu. Petani pun sudah paham dengan teknik tersebut. ’’Kalau ada yang tidak, mungkin belum pernah menerapkan,’’ ungkap Imron. ‘’Kalau soal pupuk, pakai pupuk kandang sudah cukup agar tanah tetap baik,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Usulan Peralihan Aset Jalan Kabupaten Jadi Jalan Provinsi Dijawab Tahun Depan

Disinggung sikap disperta perihal peremajaan tanaman kakao, Imron angkat bahu. Pasalnya, tidak ada bantuan bibit kakao baru untuk petani dari pemkab tahun ini. Kendati demikian, kemungkinan akan ada intervensi dari Pemprov Jatim terkait bantuan bibit kakao. ‘’Kemungkinan akan disalurkan awal musim hujan tahun ini, September atau Oktober,’’ bebernya.

Imron tidak menampik bahwa kakao merupakan komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Madiun. Catatan disperta, total kebun kakao di daerah setempat sekitar 4.300 hektare. Tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kare, Dagangan, dan Gemarang.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian, kakao Kabupaten Madiun memiliki kualitas yang baik. ‘’Untuk memaksimalkan kakao, kami berikan penyuluhan melalui PPL seperti edukasi fermentasi agar mendapat harga jual yang baik,’’ tuturnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/