alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Laka Bus Sugeng Rahayu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi masih mendalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bus Sugeng Rahayu (SR) di Jalan Madiun-Surabaya, masuk Desa Jerukgulung, Balerejo. Informasi terkait laka tunggal dengan belasan korban luka-luka itu coba diulik lebih mendalam guna proses hukum lebih lanjut. ‘’Belum ada penetapan tersangka laka bus itu,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto, Kamis (2/6).

Menurut dia, perlu waktu lebih lama untuk menindaklanjuti laka bus SR nopol W 7216 UZ itu. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memang menduga kuat penyebab laka adalah faktor kelalaian sopir. Pun, diperkuat keterangan sejumlah saksi. Namun, itu semua dinilai belum cukup. ‘’Keterangan saksi-saksi belum terkumpul semua, masih dalam proses,’’ dalihnya.

Roni mengungkapkan, tersangka dalam laka bus SR itu bakal segera ditetapkan setelah serangkaian pemeriksaan saksi selesai dilakukan. Besok (3/6), ditargetkan sudah ada tersangka. ‘’Sebagian saksi berasal dari luar kota, jadi kami butuh waktu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Janda Tipu Lansia, ATM Dikuras Rp 55 Juta

Diketahui, bus SR yang disopiri Suwarto, 55, warga Kelurahan Kutawinangun Lor, Tingkir, Salatiga, melaju dari barat (Madiun) ke timur (Surabaya) membawa 34 penumpang. Bus melaju kencang dan berhasil mendahului bus SR lain di depan. Menghindari truk yang mengurangi kecepatan  di depannya, Suwarto banting setir ke kiri.

Kemudian, banting setir lagi ke kanan karena di sisi kiri ada pengendara motor. Laju bus tak terkendali dan akhirnya terguling dengan sisi kiri badan bus di bawah dan posisi melintang di tengah badan jalan. Penumpang menyelamarkan diri keluar melalui kaca depan dan belakang bus yang pecah. Tak ada korban jiwa, namun 19 penumpang mengalami luka, dua di antaranya patah tulang tangan. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi masih mendalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bus Sugeng Rahayu (SR) di Jalan Madiun-Surabaya, masuk Desa Jerukgulung, Balerejo. Informasi terkait laka tunggal dengan belasan korban luka-luka itu coba diulik lebih mendalam guna proses hukum lebih lanjut. ‘’Belum ada penetapan tersangka laka bus itu,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto, Kamis (2/6).

Menurut dia, perlu waktu lebih lama untuk menindaklanjuti laka bus SR nopol W 7216 UZ itu. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memang menduga kuat penyebab laka adalah faktor kelalaian sopir. Pun, diperkuat keterangan sejumlah saksi. Namun, itu semua dinilai belum cukup. ‘’Keterangan saksi-saksi belum terkumpul semua, masih dalam proses,’’ dalihnya.

Roni mengungkapkan, tersangka dalam laka bus SR itu bakal segera ditetapkan setelah serangkaian pemeriksaan saksi selesai dilakukan. Besok (3/6), ditargetkan sudah ada tersangka. ‘’Sebagian saksi berasal dari luar kota, jadi kami butuh waktu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sekolah Ketati Prokes Siswa-Guru

Diketahui, bus SR yang disopiri Suwarto, 55, warga Kelurahan Kutawinangun Lor, Tingkir, Salatiga, melaju dari barat (Madiun) ke timur (Surabaya) membawa 34 penumpang. Bus melaju kencang dan berhasil mendahului bus SR lain di depan. Menghindari truk yang mengurangi kecepatan  di depannya, Suwarto banting setir ke kiri.

Kemudian, banting setir lagi ke kanan karena di sisi kiri ada pengendara motor. Laju bus tak terkendali dan akhirnya terguling dengan sisi kiri badan bus di bawah dan posisi melintang di tengah badan jalan. Penumpang menyelamarkan diri keluar melalui kaca depan dan belakang bus yang pecah. Tak ada korban jiwa, namun 19 penumpang mengalami luka, dua di antaranya patah tulang tangan. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/