alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pasung Terancam Kena Sanksi Denda

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus pemasungan yang dialami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Madiun masih tinggi.  Persoalan utama, minimnya perhatian keluarga untuk memberikan haknya. ’’Saat ini sudah ada UU yang mengatur, sehingga keluarga yang sengaja memasung akan dikenakan denda,’’ kata Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati.

Seperti pada kasus yang dialami Haniatun Nasiqah, warga Desa Sumberejo, Geger, Kabupaten Madiun, yang sengaja dipasung oleh keluarganya karena dia sering menyusahkan. Korban mengalami gangguan jiwa sejak 11 tahun silam karena tekanan psikologi saat korban masih bekerja di luar negeri.

Tatuk menambahkan, pemasungan sudah menyalahi peraturan yang digagas oleh pemerintah pusat. ’’Seharusnya bisa melaporkan kepada tim yang ada di lapangan, sehingga bisa kita rehabilitasi sesuai kasusnya,’’ ujarnya.

Dari banyaknya kasus pemasungan yang dilakukan oleh keluarga korban, hampir sebagian besar berasal dari keluarga yang ekonominya rendah. Lantaran kurangnya perhatian untuk mengobati dan sulitnya mengontrol para ODGJ, tidak sedikit keluarga yang mengambil jalan pintas dengan pasung. Adanya rasa malu dan menjadi buah bibir warga sekitar menjadi penyebab utama keluarga melakukan hal itu. ’’Kami akan lebih menegaskan kepada keluarga, jika tidak bisa merawat untuk direhab saja,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Madiun Butuh Tempat Khusus Rehabilitasi ODHA

Sementara itu, Joon Suwarno, tim kesehatan Kecamatan Geger, mengatakan bahwa penderita ODGJ masuk golongan pasien tidak menular. Pasalnya, sebagian besar dari mereka yang diserang adalah jiwa dan pikirannya. Sehingga, untuk mengobatinya harus lebih banyak pemberian perhatian khusus dan pendekatan agar lebih menenangkan kondisi psikisnya.

Kendati begitu, sesuai dengan program yang sudah diterapkan oleh pemerintah pusat, keluarga diminta lebih aktif dalam menangani ODGJ. Karena kegiatan pemasungan tidak akan mengubah kondisi pasien lebih baik, tapi justru lebih buruk. ’’Yang pasti kondisi pasien jauh lebih terasingkan, dibuktikan dengan kondisi Haniatun. Setiap ada orang yang datang akan merasa ketakutan,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus pemasungan yang dialami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Madiun masih tinggi.  Persoalan utama, minimnya perhatian keluarga untuk memberikan haknya. ’’Saat ini sudah ada UU yang mengatur, sehingga keluarga yang sengaja memasung akan dikenakan denda,’’ kata Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati.

Seperti pada kasus yang dialami Haniatun Nasiqah, warga Desa Sumberejo, Geger, Kabupaten Madiun, yang sengaja dipasung oleh keluarganya karena dia sering menyusahkan. Korban mengalami gangguan jiwa sejak 11 tahun silam karena tekanan psikologi saat korban masih bekerja di luar negeri.

Tatuk menambahkan, pemasungan sudah menyalahi peraturan yang digagas oleh pemerintah pusat. ’’Seharusnya bisa melaporkan kepada tim yang ada di lapangan, sehingga bisa kita rehabilitasi sesuai kasusnya,’’ ujarnya.

Dari banyaknya kasus pemasungan yang dilakukan oleh keluarga korban, hampir sebagian besar berasal dari keluarga yang ekonominya rendah. Lantaran kurangnya perhatian untuk mengobati dan sulitnya mengontrol para ODGJ, tidak sedikit keluarga yang mengambil jalan pintas dengan pasung. Adanya rasa malu dan menjadi buah bibir warga sekitar menjadi penyebab utama keluarga melakukan hal itu. ’’Kami akan lebih menegaskan kepada keluarga, jika tidak bisa merawat untuk direhab saja,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Iwan Warisi Bakat Dagang Ibunda Tersayang

Sementara itu, Joon Suwarno, tim kesehatan Kecamatan Geger, mengatakan bahwa penderita ODGJ masuk golongan pasien tidak menular. Pasalnya, sebagian besar dari mereka yang diserang adalah jiwa dan pikirannya. Sehingga, untuk mengobatinya harus lebih banyak pemberian perhatian khusus dan pendekatan agar lebih menenangkan kondisi psikisnya.

Kendati begitu, sesuai dengan program yang sudah diterapkan oleh pemerintah pusat, keluarga diminta lebih aktif dalam menangani ODGJ. Karena kegiatan pemasungan tidak akan mengubah kondisi pasien lebih baik, tapi justru lebih buruk. ’’Yang pasti kondisi pasien jauh lebih terasingkan, dibuktikan dengan kondisi Haniatun. Setiap ada orang yang datang akan merasa ketakutan,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/