alexametrics
28.3 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Terbelit Ekonomi dan Pihak Ketiga, 1.185 Istri di Kabupaten Madiun Pegat Suami

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan istri di Kabupaten Madiun nekat menggugat cerai suaminya. Dari total 1.649 perkara perceraian yang masuk ke pengadilan agama (PA) setempat, terdapat 1.185 gugatan cerai dari pihak istri. Sedangkan 464 talak atau pengajuan cerai dari suami. ‘’Itu sejak Januari sampai Desember 2021,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Senin (3/1).

Sementara sejumlah pasangan suami-istri (pasutri) memilih batal cerai kendati permohonan sudah masuk ke PA. Total ada 75 permohonan cerai yang dicabut. Ada beberapa alasan pencabutan. Mayoritas pikiran masing-masing pihak terbuka dan sepakat memperbaiki hubungan rumah tangga. ‘’Biasanya pencabutan dilakukan setelah mediasi,’’ ungkap Sugeng.

Berdasar data perceraian tersebut, pihak istri lebih mendominasi permohonan cerai di Kabupaten Madiun. Sugeng menyebut, sekitar 75 persen perceraian 2021 karena faktor ekonomi. Namun, ada subfaktor buntut masalah ekonomi. Seperti perselingkuhan. ‘’Karena ekonomi, banyak kasus istri kerja ke luar negeri. Kemudian, istri maupun suami punya PIL (pria idalam lain, Red) atau WIL (wanita idaman lain), akhirnya bercarai,’’ bebernya. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  Satu Kasus Korona Baru, Dua Tracing

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan istri di Kabupaten Madiun nekat menggugat cerai suaminya. Dari total 1.649 perkara perceraian yang masuk ke pengadilan agama (PA) setempat, terdapat 1.185 gugatan cerai dari pihak istri. Sedangkan 464 talak atau pengajuan cerai dari suami. ‘’Itu sejak Januari sampai Desember 2021,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Senin (3/1).

Sementara sejumlah pasangan suami-istri (pasutri) memilih batal cerai kendati permohonan sudah masuk ke PA. Total ada 75 permohonan cerai yang dicabut. Ada beberapa alasan pencabutan. Mayoritas pikiran masing-masing pihak terbuka dan sepakat memperbaiki hubungan rumah tangga. ‘’Biasanya pencabutan dilakukan setelah mediasi,’’ ungkap Sugeng.

Berdasar data perceraian tersebut, pihak istri lebih mendominasi permohonan cerai di Kabupaten Madiun. Sugeng menyebut, sekitar 75 persen perceraian 2021 karena faktor ekonomi. Namun, ada subfaktor buntut masalah ekonomi. Seperti perselingkuhan. ‘’Karena ekonomi, banyak kasus istri kerja ke luar negeri. Kemudian, istri maupun suami punya PIL (pria idalam lain, Red) atau WIL (wanita idaman lain), akhirnya bercarai,’’ bebernya. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  21 Orang Ajukan Ganti Nama Sepanjang 2021

Most Read

Artikel Terbaru

/