alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Halte Bus di Kabupaten Madiun ”Dibiarkan” Kotor Tak Terawat

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi beberapa halte bus di Kabupaten Madiun mengenaskan. Kotor dan tidak terawat. Hingga warga pun enggan memanfaatkan untuk menunggu bus. ‘’Pegawai kami yang membersihkan secara berkala,’’ kata Sekdin Dishub Kabupaten Madiun Yohanes Cahyono, Kamis (3/3).

Kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya. Tahun ini anggaran perawatannya diajukan. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada anggaran. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19, anggaran banyak yang dialihkan untuk penanganan pagebluk korona. ‘’Kami akan tetap mempertahankan keberadaan halte bus,’’ ujarnya.

Apa pun kondisinya, termasuk zaman yang sudah berubah. Di mana banyak orang menggunakan kendaraan pribadi. Pun, menjamurnya jasa transportasi online. Sehingga kendaraan penumpang umum berikut haltenya ditinggalkan. ‘’Setiap perkembangan, pasti ada yang harus tersisih,’’ ungkap Yohanes.

Di wilayah kabupaten ini ada 15 halte bus. Rata-rata dalam kondisi kotor tak terawat. Terkadang warga sekitar yang membersihkan secara sukarela. ‘’Kembali ke pola pikir masyarakat akan pentingnya kebersihan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pedagang Bunga Tabur Menjamur, Sebungkus Hanya Dijual Rp 2.000

Kekurangan sumber daya manusia (SDM) menjadi biangnya. Menurut dia, di Dishub Kabupaten Madiun tidak ada SDM lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Baru empat tahun lalu pemkab meneken MoU dengan STTD. Sehingga, program pembibitan akan dimulai tahun ini. ‘’Ke depan akan kami saring masalah SDM,’’ ujarnya.

Dalam sehari hanya satu-dua orang yang menunggu bus di halte. Kadang juga tidak ada sama sekali. Mereka enggan mampir setelah mengetahui kondisi yang mengenaskan. ‘’Bangunannya sudah bagus, tapi untuk kebersihan sangat kurang,’’ sebut Imroatul Kasanah, salah seorang pengguna halte bus Baiturrachman, Mejayan. (tr2/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi beberapa halte bus di Kabupaten Madiun mengenaskan. Kotor dan tidak terawat. Hingga warga pun enggan memanfaatkan untuk menunggu bus. ‘’Pegawai kami yang membersihkan secara berkala,’’ kata Sekdin Dishub Kabupaten Madiun Yohanes Cahyono, Kamis (3/3).

Kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya. Tahun ini anggaran perawatannya diajukan. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada anggaran. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19, anggaran banyak yang dialihkan untuk penanganan pagebluk korona. ‘’Kami akan tetap mempertahankan keberadaan halte bus,’’ ujarnya.

Apa pun kondisinya, termasuk zaman yang sudah berubah. Di mana banyak orang menggunakan kendaraan pribadi. Pun, menjamurnya jasa transportasi online. Sehingga kendaraan penumpang umum berikut haltenya ditinggalkan. ‘’Setiap perkembangan, pasti ada yang harus tersisih,’’ ungkap Yohanes.

Di wilayah kabupaten ini ada 15 halte bus. Rata-rata dalam kondisi kotor tak terawat. Terkadang warga sekitar yang membersihkan secara sukarela. ‘’Kembali ke pola pikir masyarakat akan pentingnya kebersihan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Jadikan Kecamatan Wonoasri Percontohan Pengelolaan Sampah

Kekurangan sumber daya manusia (SDM) menjadi biangnya. Menurut dia, di Dishub Kabupaten Madiun tidak ada SDM lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Baru empat tahun lalu pemkab meneken MoU dengan STTD. Sehingga, program pembibitan akan dimulai tahun ini. ‘’Ke depan akan kami saring masalah SDM,’’ ujarnya.

Dalam sehari hanya satu-dua orang yang menunggu bus di halte. Kadang juga tidak ada sama sekali. Mereka enggan mampir setelah mengetahui kondisi yang mengenaskan. ‘’Bangunannya sudah bagus, tapi untuk kebersihan sangat kurang,’’ sebut Imroatul Kasanah, salah seorang pengguna halte bus Baiturrachman, Mejayan. (tr2/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/