alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Jelang Idul Adha, Lalu Lintas Ternak di Madiun Harus Disertai Surat Sehat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Hari Raya Idul Adha masih sebulan lagi. Namun, pemkab telah menetapkan momen tersebut sebagai atensi khusus. Itu seiring merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). ‘’Bersama sejumlah pihak, kami sudah berpikir bagaimana ibadah kurban tetap berjalan,’’ kata Bupati Ahmad Dawami, Jumat (3/6).

Diketahui, PMK sudah masuk Kabupaten Madiun. Dua ekor sapi dan satu kambing di Desa Sambirejo, Saradan, dinyatakan positif penyakit hewan sangat menular itu. ‘’Mengenai banyaknya transaksi jelang idul kurban ini, SOP (standard operating procedure) antisipasi akan dimaksimalkan,’’ ujarnya.

Kaji Mbing -sapaan Bupati Ahmad Dawami- menyatakan bahwa berbagai upaya akan dilakukan agar kasus PMK tidak meluas. Salah satunya memperketat penjagaan dan pengawasan lalu lintas hewan ternak di pintu masuk daerah ini maupun pasar-pasar hewan. ‘’Sesuai SOP, jika tidak ada surat keterangan kesehatan hewan akan dipulangkan. Ada tim bersama TNI-Polri dan kejaksaan yang menangani,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Oknum Siswa Salah Gunakan Syarat Izin Ortu untuk PTM

Di sisi lain, meski telah ada temuan kasus positif PMK, sejumlah pasar hewan di Kabupaten Madiun tetap beroperasi. Aspek perekonomian masyarakat menjadi pertimbangan utama. Namun, pemkab tak segan-segan melakukan penutupan jika memang diperlukan. Misalnya, PMK semakin tak terkendali atau ditemukan kasus positif di pasar tradisional. ‘’Yang perlu digarisbawahi saat ini adalah kesadaran masyarakat. Terutama yang sehari-hari berkecimpung seperti peternak atau pedagang,’’ ujar Kaji Mbing.

Menurut dia, peran masyarakat dalam antisipasi maupun penanganan PMK amat krusial. Pun, kesadaran tidak menjual ternak sakit, segera menghubungi dokter hewan saat ternak sakit, mengisolasi bila terindikasi PMK, sampai menjaga kebersihan kandang, perlu ditumbuhkan. ‘’Masyarakat harus sadar dan saling menjaga. Kalau tidak, ekonomi akan sangat terdampak,’’ tuturnya. ‘’Pusat saat ini juga menyiapkan vaksin untuk itu,’’ imbuhnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Hari Raya Idul Adha masih sebulan lagi. Namun, pemkab telah menetapkan momen tersebut sebagai atensi khusus. Itu seiring merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). ‘’Bersama sejumlah pihak, kami sudah berpikir bagaimana ibadah kurban tetap berjalan,’’ kata Bupati Ahmad Dawami, Jumat (3/6).

Diketahui, PMK sudah masuk Kabupaten Madiun. Dua ekor sapi dan satu kambing di Desa Sambirejo, Saradan, dinyatakan positif penyakit hewan sangat menular itu. ‘’Mengenai banyaknya transaksi jelang idul kurban ini, SOP (standard operating procedure) antisipasi akan dimaksimalkan,’’ ujarnya.

Kaji Mbing -sapaan Bupati Ahmad Dawami- menyatakan bahwa berbagai upaya akan dilakukan agar kasus PMK tidak meluas. Salah satunya memperketat penjagaan dan pengawasan lalu lintas hewan ternak di pintu masuk daerah ini maupun pasar-pasar hewan. ‘’Sesuai SOP, jika tidak ada surat keterangan kesehatan hewan akan dipulangkan. Ada tim bersama TNI-Polri dan kejaksaan yang menangani,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Oknum Siswa Salah Gunakan Syarat Izin Ortu untuk PTM

Di sisi lain, meski telah ada temuan kasus positif PMK, sejumlah pasar hewan di Kabupaten Madiun tetap beroperasi. Aspek perekonomian masyarakat menjadi pertimbangan utama. Namun, pemkab tak segan-segan melakukan penutupan jika memang diperlukan. Misalnya, PMK semakin tak terkendali atau ditemukan kasus positif di pasar tradisional. ‘’Yang perlu digarisbawahi saat ini adalah kesadaran masyarakat. Terutama yang sehari-hari berkecimpung seperti peternak atau pedagang,’’ ujar Kaji Mbing.

Menurut dia, peran masyarakat dalam antisipasi maupun penanganan PMK amat krusial. Pun, kesadaran tidak menjual ternak sakit, segera menghubungi dokter hewan saat ternak sakit, mengisolasi bila terindikasi PMK, sampai menjaga kebersihan kandang, perlu ditumbuhkan. ‘’Masyarakat harus sadar dan saling menjaga. Kalau tidak, ekonomi akan sangat terdampak,’’ tuturnya. ‘’Pusat saat ini juga menyiapkan vaksin untuk itu,’’ imbuhnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/