alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Lansia Meninggal di Atas Becaknya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tunai sudah perjuangan untuk bertahan hidup Djoko Purwanto, 67, warga Kelurahan Pandean, Mejayan. Tukang becak lanjut usia (lansia) itu mengembuskan napas terakhirnya saat menanti penumpang kendaraan roda tiga penopang hidupnya itu. Djoko meninggal saat mangkal di kawasan Taman Caruban Asti sekitar pukul 11.00 Jumat (3/6). ‘’Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung datang ke lokasi,’’ kata Kapolsek Mejayan Kompol Susworo.

Pihaknya segera mengambil tindakan. Petugas mendapatkan KTP, botol minyak angin, dan uang tunai Rp 600 ribu di kantong Djoko. Tempat kejadian perkara (TKP) pun dibentangi garis polisi. ‘’Kami lakukan penanganan dengan membawanya ke RSUD Caruban untuk keperluan visum,’’ ujarnya sembari menyebut sejumlah barang bukti tersebut akan dikembalikan ke pihak keluarga.

Baca Juga :  Indomaret Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Diketahui, Djoko seorang duda. Istrinya meninggal dan tak punya anak. Kebutuhan sehari-hari bergantung dari mbecak. Hasil koordinasi polisi dengan perangkat kelurahan setempat, Djoko selama ini menumpang di rumah salah seorang kerabatnya. ‘’Informasi yang kami himpun, dia tidak memiliki riwayat sakit,’’ ungkapnya.

Kapolsek belum dapat menyimpulkan penyebab kematian. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Dugaan awal, Djoko meninggal karena masuk angin merujuk botol minyak angin yang ditemukan di sakunya. ‘’Kemungkinan masuk angin karena usia, tapi hasil visum yang bisa menjawab nanti,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tunai sudah perjuangan untuk bertahan hidup Djoko Purwanto, 67, warga Kelurahan Pandean, Mejayan. Tukang becak lanjut usia (lansia) itu mengembuskan napas terakhirnya saat menanti penumpang kendaraan roda tiga penopang hidupnya itu. Djoko meninggal saat mangkal di kawasan Taman Caruban Asti sekitar pukul 11.00 Jumat (3/6). ‘’Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung datang ke lokasi,’’ kata Kapolsek Mejayan Kompol Susworo.

Pihaknya segera mengambil tindakan. Petugas mendapatkan KTP, botol minyak angin, dan uang tunai Rp 600 ribu di kantong Djoko. Tempat kejadian perkara (TKP) pun dibentangi garis polisi. ‘’Kami lakukan penanganan dengan membawanya ke RSUD Caruban untuk keperluan visum,’’ ujarnya sembari menyebut sejumlah barang bukti tersebut akan dikembalikan ke pihak keluarga.

Baca Juga :  Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kades Kaligunting

Diketahui, Djoko seorang duda. Istrinya meninggal dan tak punya anak. Kebutuhan sehari-hari bergantung dari mbecak. Hasil koordinasi polisi dengan perangkat kelurahan setempat, Djoko selama ini menumpang di rumah salah seorang kerabatnya. ‘’Informasi yang kami himpun, dia tidak memiliki riwayat sakit,’’ ungkapnya.

Kapolsek belum dapat menyimpulkan penyebab kematian. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Dugaan awal, Djoko meninggal karena masuk angin merujuk botol minyak angin yang ditemukan di sakunya. ‘’Kemungkinan masuk angin karena usia, tapi hasil visum yang bisa menjawab nanti,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/