alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Polisi Ringkus Pengedar Pil Koplo dan Sabu-Sabu di Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya minuman keras (miras), peredaran obat-obatan terlarang juga marak di Kabupaten Madiun. Buktinya, hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) belakangan ini. ‘’Tiga pengedar kami tangkap,’’ kata Kasatresnarkoba Polres Madiun AKP Rudi Darmawan, Jumat (3/6).

Mereka adalah HC, 30, warga Pulerejo, Pilangkenceng; AS, 23, warga Desa/Kecamatan Mejayan; dan AW, 24, asal Desa Sumberbening, Bringin, Ngawi. Polisi menyita 1.330 butir pil berlogo LL alias pil koplo dari tangan mereka. Termasuk 1,04 gram sabu-sabu. ‘’Selain pil LL, dari AW kami juga mendapatkan serbuk kristal di dalam plastik klip yang diduga sabu-sabu di rumahnya,’’ ungkap Rudi.

Berdasarkan pengakuan tiga saksi, obat-obatan terlarang itu diedarkan di Madiun wilayah utara. Seperti Mejayan dan Pilangkenceng. AW diringkus di tepi jalan masuk Desa Muneng, Pilangkenceng, saat hendak bertransaksi pil koplo. ‘’Diecer, 20 sampai 50 butir per paket dengan harga variatif. Sasarannya remaja, pemuda, dan pekerja,’’ jelas mantan Kapolsek Kabuh, Nganjuk itu.

Baca Juga :  BIN-Dinkes Percepat Vaksinasi di Kabupaten Madiun

Tiga pengedar obat-obatan terlarang itu kini mendekan di sel tahanan Polres Madiun. Polisi telah menetapkan mereka sebagai tersangka. HC dan AS terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara untuk AW minimal lima tahun penjara karena terkait narkoba jenis sabu-sabu. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya minuman keras (miras), peredaran obat-obatan terlarang juga marak di Kabupaten Madiun. Buktinya, hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) belakangan ini. ‘’Tiga pengedar kami tangkap,’’ kata Kasatresnarkoba Polres Madiun AKP Rudi Darmawan, Jumat (3/6).

Mereka adalah HC, 30, warga Pulerejo, Pilangkenceng; AS, 23, warga Desa/Kecamatan Mejayan; dan AW, 24, asal Desa Sumberbening, Bringin, Ngawi. Polisi menyita 1.330 butir pil berlogo LL alias pil koplo dari tangan mereka. Termasuk 1,04 gram sabu-sabu. ‘’Selain pil LL, dari AW kami juga mendapatkan serbuk kristal di dalam plastik klip yang diduga sabu-sabu di rumahnya,’’ ungkap Rudi.

Berdasarkan pengakuan tiga saksi, obat-obatan terlarang itu diedarkan di Madiun wilayah utara. Seperti Mejayan dan Pilangkenceng. AW diringkus di tepi jalan masuk Desa Muneng, Pilangkenceng, saat hendak bertransaksi pil koplo. ‘’Diecer, 20 sampai 50 butir per paket dengan harga variatif. Sasarannya remaja, pemuda, dan pekerja,’’ jelas mantan Kapolsek Kabuh, Nganjuk itu.

Baca Juga :  Pengelola SPBU Sebut Jatah Pertalite Dikurangi, Terpaksa Beralih Pertamax

Tiga pengedar obat-obatan terlarang itu kini mendekan di sel tahanan Polres Madiun. Polisi telah menetapkan mereka sebagai tersangka. HC dan AS terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara untuk AW minimal lima tahun penjara karena terkait narkoba jenis sabu-sabu. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/