alexametrics
23.5 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Lima Sungai di Kabupaten Madiun Rawan Picu Banjir

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Bencana hidrometeorologi berpotensi melanda sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Banjir mengancam hingga empat bulan ke depan. Masyarakat diharap meningkatkan kewaspadaan. ‘’Potensi banjir luapan dan banjir bandang semakin tinggi mulai November sampai Februari,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Kuncoro, Rabu (3/11).

Menurut Kukuh, ada lima sungai yang diwaspadai memicu bencana banjir. Yakni, Kali Munggir, Bener, Kedungrejo, Setren, dan Glonggong. Sejumlah desa di sepanjang aliran lima sungai tersebut patut waspada. ‘’Banjir akan terjadi di beberapa titik jika terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasi lama,’’ prediksinya.

Selain sejumlah desa di daerah aliran sungai tersebut, Desa Tempursari, Wungu, dan Desa Banjarsari, Madiun, rawan banjir luapan. Sebab, dua desa tersebut dilewati sungai yang merupakan satu kesatuan dengan Kali Glonggong. ‘’Tiga desa itu, Tempursari, Banjarsari, dan Glonggong, kawasan paling rawan banjir luapan. Tapi, sudah ada EWS (early warning system, Red). Sehingga, cepat diantisipasi,’’ terang Kukuh. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  Menara Telekomunikasi Disoal, Warga Darmorejo Takut Ketiban Tower

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Bencana hidrometeorologi berpotensi melanda sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Banjir mengancam hingga empat bulan ke depan. Masyarakat diharap meningkatkan kewaspadaan. ‘’Potensi banjir luapan dan banjir bandang semakin tinggi mulai November sampai Februari,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Kuncoro, Rabu (3/11).

Menurut Kukuh, ada lima sungai yang diwaspadai memicu bencana banjir. Yakni, Kali Munggir, Bener, Kedungrejo, Setren, dan Glonggong. Sejumlah desa di sepanjang aliran lima sungai tersebut patut waspada. ‘’Banjir akan terjadi di beberapa titik jika terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasi lama,’’ prediksinya.

Selain sejumlah desa di daerah aliran sungai tersebut, Desa Tempursari, Wungu, dan Desa Banjarsari, Madiun, rawan banjir luapan. Sebab, dua desa tersebut dilewati sungai yang merupakan satu kesatuan dengan Kali Glonggong. ‘’Tiga desa itu, Tempursari, Banjarsari, dan Glonggong, kawasan paling rawan banjir luapan. Tapi, sudah ada EWS (early warning system, Red). Sehingga, cepat diantisipasi,’’ terang Kukuh. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  Warga Madiun Raya Boleh Mudik Lokal

Most Read

Artikel Terbaru

/