alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Rawan Tumbang, DLH Kabupaten Madiun Kepras Puluhan Pohon

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – TIDAK hanya banjir. Bencana akibat angin kencang juga berpotensi melanda sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Bahkan, akhir-akhir ini sudah mulai menerjang hingga mengakibatkan pepohonan bertumbangan. Sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, dinas lingkungan hidup (DLH) setempat gencar memangkas pohon.

Terutama pepohonan di pinggir jalan. Sayangnya, upaya tersebut terkendala peralatan. Salah satunya, skylift crane. ‘’Sudah lama tidak punya alat itu. Padahal kami harus melakukan pemangkasan di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun,’’ kata Kabid Konservasi DLH Kabupaten Madiun Arif Mumpuni, Rabu (3/11).

Padahal, setiap tahun pihaknya mengajukan anggaran untuk pengadaan satu unit skylift crane. Alat itu sangat membantu untuk memangkas pohon-pohon tinggi. Seperti pohon beringin di Perpustakaan Caruban yang tingginya sekitar 20 meter. ‘’Tingginya sudah melebihi kabel listrik. Jika batangnya patah bakal berbahaya untuk warga atau pengendara yang lewat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Rawan Dicaplok Warga, Ratusan Aset Milik Pemkab Madiun Belum Bersertifikat

Solusinya, meminjam ke dinas perhubungan (dishub) setempat. Karena itu, sebelum memangkas pohon pihaknya harus memastikan skylift crane tidak sedang dipakai. ‘’Karena pihak dishub juga hanya punya satu unit. Kalau dipakai, kami harus mengalah,’’ ungkap Arif.

Pun, skylift crane milik dishub hanya dapat menjangkau ketinggian 12 meter. Sehingga, harus disambung ganthol. DLH berharap punya satu unit skylift crane untuk menjangkau ketinggian 15 meter. (tr1/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – TIDAK hanya banjir. Bencana akibat angin kencang juga berpotensi melanda sejumlah wilayah Kabupaten Madiun. Bahkan, akhir-akhir ini sudah mulai menerjang hingga mengakibatkan pepohonan bertumbangan. Sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, dinas lingkungan hidup (DLH) setempat gencar memangkas pohon.

Terutama pepohonan di pinggir jalan. Sayangnya, upaya tersebut terkendala peralatan. Salah satunya, skylift crane. ‘’Sudah lama tidak punya alat itu. Padahal kami harus melakukan pemangkasan di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun,’’ kata Kabid Konservasi DLH Kabupaten Madiun Arif Mumpuni, Rabu (3/11).

Padahal, setiap tahun pihaknya mengajukan anggaran untuk pengadaan satu unit skylift crane. Alat itu sangat membantu untuk memangkas pohon-pohon tinggi. Seperti pohon beringin di Perpustakaan Caruban yang tingginya sekitar 20 meter. ‘’Tingginya sudah melebihi kabel listrik. Jika batangnya patah bakal berbahaya untuk warga atau pengendara yang lewat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bisnis Jasa Cuci Sepatu Mulai Menggeliat Lagi

Solusinya, meminjam ke dinas perhubungan (dishub) setempat. Karena itu, sebelum memangkas pohon pihaknya harus memastikan skylift crane tidak sedang dipakai. ‘’Karena pihak dishub juga hanya punya satu unit. Kalau dipakai, kami harus mengalah,’’ ungkap Arif.

Pun, skylift crane milik dishub hanya dapat menjangkau ketinggian 12 meter. Sehingga, harus disambung ganthol. DLH berharap punya satu unit skylift crane untuk menjangkau ketinggian 15 meter. (tr1/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/