alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Janda Tipu Lansia, ATM Dikuras Rp 55 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kecerobohan Parto Paeran dimanfaatkan Sri Wahyuningsih. Parto buntung puluhan juta rupiah usai hooh saja memberikan personal identification number (PIN) kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kepada Sri. Kini, janda 45 tahun asal Ngrambingan, Panggul, Trenggalek, itu menjadi tahanan Polres Madiun. ‘’Tersangka SW menipu korban saat mengambil uang di ATM,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo dalam rilis pers Jumat (29/4) pekan lalu.

Aksi tipu-tipu yang dilakukan Sri terjadi di ATM BRI unit Saradan pada November tahun lalu. Semula, Parto hendak mengambil uang dari ATM. Namun, pria 68 tahun warga Desa Sebayi, Gemarang, itu kesulitan. Tarik tunai yang dia lakukan gagal. Duit yang hendak diambil tidak keluar dari mesin ATM. Mengetahui Parto kebingungan, Sri pun beraksi. ‘’Tersangka pura-pura membantu mencairkan uang di ATM,’’ beber Anton.

Tidak curiga sama sekali, Parto dengan enteng memberi tahu PIN ATM. Sri langsung memasukkan kartu ATM dan menekan kode akses. Lagi-lagi, tarik tunai gagal. Dalam kondisi seperti itu, otak licik Sri cepat memanfaatkan kesempatan. Tepatnya, sesaat sebelum mengembalikan kartu ATM milik Parto. ‘’Pelaku menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM milik mantan suami tersangka,’’ ujar Kapolres.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Gelap

Kartu plus PIN ATM Parto dikuasai Sri. Isi tabungan dikuras. Beberapa kali Sri mengambil duit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dari total Rp 59 juta, tersisa Rp 4 juta. Perbuatan Sri baru terendus ketika Parto berniat memperbaiki kartu ATM ke bank. Ya, pria yang kesehariannya bertani itu mengira kartu ATM miliknya rusak. ‘’Setelah sadar, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Madiun,’’ tuturnya.

Laporan ditindaklanjuti, aparat kepolisian menghimpun petunjuk untuk penyelidikan. Mulai memintai keterangan sejumlah saksi sampai mengamankan rekaman closedcircuit television (CCTV). Setelah setengah tahun buron, Sri akhirnya berhasil diringkus di Saradan pada Rabu (27/4). ‘’Keberadaan pelaku berpindah-pindah,’’ ujar Anton sembari menyebut bahwa tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kecerobohan Parto Paeran dimanfaatkan Sri Wahyuningsih. Parto buntung puluhan juta rupiah usai hooh saja memberikan personal identification number (PIN) kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kepada Sri. Kini, janda 45 tahun asal Ngrambingan, Panggul, Trenggalek, itu menjadi tahanan Polres Madiun. ‘’Tersangka SW menipu korban saat mengambil uang di ATM,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo dalam rilis pers Jumat (29/4) pekan lalu.

Aksi tipu-tipu yang dilakukan Sri terjadi di ATM BRI unit Saradan pada November tahun lalu. Semula, Parto hendak mengambil uang dari ATM. Namun, pria 68 tahun warga Desa Sebayi, Gemarang, itu kesulitan. Tarik tunai yang dia lakukan gagal. Duit yang hendak diambil tidak keluar dari mesin ATM. Mengetahui Parto kebingungan, Sri pun beraksi. ‘’Tersangka pura-pura membantu mencairkan uang di ATM,’’ beber Anton.

Tidak curiga sama sekali, Parto dengan enteng memberi tahu PIN ATM. Sri langsung memasukkan kartu ATM dan menekan kode akses. Lagi-lagi, tarik tunai gagal. Dalam kondisi seperti itu, otak licik Sri cepat memanfaatkan kesempatan. Tepatnya, sesaat sebelum mengembalikan kartu ATM milik Parto. ‘’Pelaku menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM milik mantan suami tersangka,’’ ujar Kapolres.

Baca Juga :  Omicron Menyerang, Bupati Madiun: Perkuat 3T dan Jangan Panik!

Kartu plus PIN ATM Parto dikuasai Sri. Isi tabungan dikuras. Beberapa kali Sri mengambil duit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dari total Rp 59 juta, tersisa Rp 4 juta. Perbuatan Sri baru terendus ketika Parto berniat memperbaiki kartu ATM ke bank. Ya, pria yang kesehariannya bertani itu mengira kartu ATM miliknya rusak. ‘’Setelah sadar, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Madiun,’’ tuturnya.

Laporan ditindaklanjuti, aparat kepolisian menghimpun petunjuk untuk penyelidikan. Mulai memintai keterangan sejumlah saksi sampai mengamankan rekaman closedcircuit television (CCTV). Setelah setengah tahun buron, Sri akhirnya berhasil diringkus di Saradan pada Rabu (27/4). ‘’Keberadaan pelaku berpindah-pindah,’’ ujar Anton sembari menyebut bahwa tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/