alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Ratusan Remaja di Madiun Ngebet Ajukan Dispensasi Nikah

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren permohonan dispensasi kawin (diska) di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Madiun bergeser. Dari yang sebelumnya didominasi kenakalan remaja, kini berganti ke faktor teknis. ‘’Sepanjang 2021, mayoritas diska didasari yang bersangkutan memang berniat untuk nikah,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Rabu (5/1).

Sugeng mengungkapkan, total ada 143 diska yang telah diterbitkan PA Kabupaten Madiun sepanjang tahun lalu. Batas minimal usia menikah sesuai ketentuan yakni 19 tahun disebut sebagai alasan dominan permohonan diska. ‘’Kebanyakan yang terjadi itu calon mempelai, baik laki-laki maupun perempuan, kurang tiga atau empat bulan untuk batas usia minimal perkawinan,’’ ujar Sugeng.

‘’Contoh kasus, yang perempuan setelah lulus SMA bertekad ikut suami ke luar daerah. Kalau permohonan diska tidak dikabulkan, dikhawatirkan malah terjadi hal yang tidak-tidak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  IDI Ingatkan Pemkab Madiun Soal Full PTM

Sugeng menyebut, faktor kenakalan remaja sempat mendominasi. Hamil duluan menjadi penyebab utama pernikahan dini berdasar usia di mata hukum itu. Namun, belakangan trennya bergeser. ‘’Dulu banyak. Tapi, selama 2021 faktor kenakalan remaja sekitar 10 persen dari keseluruhan permohonan,’’ ungkapnya.

Sekadar diketahui, jumlah diska empat tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Jika pada 2018 terdapat 33 diska, setahun berselang naik menjadi 92. Kemudian, pada 2020 dan 2021 masing-masing sebanyak 172 dan 143. ‘’Jumlah diska dua tahun terakhir mencapai ratusan. Itu tak lepas dari ketentuan batas usia minimal nikah yang sebelumnya 16 menjadi 19 tahun,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren permohonan dispensasi kawin (diska) di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Madiun bergeser. Dari yang sebelumnya didominasi kenakalan remaja, kini berganti ke faktor teknis. ‘’Sepanjang 2021, mayoritas diska didasari yang bersangkutan memang berniat untuk nikah,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Rabu (5/1).

Sugeng mengungkapkan, total ada 143 diska yang telah diterbitkan PA Kabupaten Madiun sepanjang tahun lalu. Batas minimal usia menikah sesuai ketentuan yakni 19 tahun disebut sebagai alasan dominan permohonan diska. ‘’Kebanyakan yang terjadi itu calon mempelai, baik laki-laki maupun perempuan, kurang tiga atau empat bulan untuk batas usia minimal perkawinan,’’ ujar Sugeng.

‘’Contoh kasus, yang perempuan setelah lulus SMA bertekad ikut suami ke luar daerah. Kalau permohonan diska tidak dikabulkan, dikhawatirkan malah terjadi hal yang tidak-tidak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Usia 28 Tahun, Danang Wahyu Eko Putra Jadi Kades Termuda di Madiun

Sugeng menyebut, faktor kenakalan remaja sempat mendominasi. Hamil duluan menjadi penyebab utama pernikahan dini berdasar usia di mata hukum itu. Namun, belakangan trennya bergeser. ‘’Dulu banyak. Tapi, selama 2021 faktor kenakalan remaja sekitar 10 persen dari keseluruhan permohonan,’’ ungkapnya.

Sekadar diketahui, jumlah diska empat tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Jika pada 2018 terdapat 33 diska, setahun berselang naik menjadi 92. Kemudian, pada 2020 dan 2021 masing-masing sebanyak 172 dan 143. ‘’Jumlah diska dua tahun terakhir mencapai ratusan. Itu tak lepas dari ketentuan batas usia minimal nikah yang sebelumnya 16 menjadi 19 tahun,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/