alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

1.393 RTLH di Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Perbaikan Tahun Ini

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan warga Kabupaten Madiun bakal punya rumah baru. Seiring pekerjaan fisik bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dimulai akhir Mei ini. ‘’Baik yang dari pusat maupun kabupaten,’’ kata Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun Sigit Nugroho, Kamis (5/5).

Diketahui, BSPS merupakan upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Kabupaten Madiun mendapat  jatah 1.393 unit dari pemerintah pusat tahun ini. Itu setelah melalui beberapa tahapan, mulai pengusulan hingga penetapan penerima. ‘’Saat ini tahapannya sudah sampai sosialisasi di desa, dilanjut penyerahan buku rekening ke penerima BSPS,’’ ungkap Sigit.

Ribuan penerima BSPS dari pemerintah pusat itu bakal menerima bantuan Rp 20 juta. Perinciannya, Rp 17,5 juta untuk kebutuhan material dan Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang. Sigit menuturkan, masa pengerjaan fisik kurang lebih satu bulan sudah harus rampung. ‘’Target selesai Juni nanti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enam Pasien Korona Meninggal

Sigit menyampaikan, pekerjaan fisik BSPS dilaksanakan serentak. Namun, selesainya tidak bisa bersamaan. Seperti program serupa tahun sebelumnya untuk 1.182 unit. Kendalanya justru dari penerima BSPS terkait. Beberapa ada yang golek dina untuk mulai membangun rumah. Pun menunggu tukang yang disukai. ‘’Tidak apa-apa sebenarnya, tapi tetap berdampak ke pelaporan,’’ ungkapnya.

Sedangkan BSPS dari APBD untuk perbaikan 245 unit RTLH. Nilai bantuan Rp 15 juta per unit. Perinciannya, Rp 12,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta ongkos tukang. BSPS dari pemkab itu juga diserentakkan dengan pusat. ‘’Sekitar dua minggu lalu SK bupati sudah turun. Akhir Mei ini bisa mulai pekerjaan fisik,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan warga Kabupaten Madiun bakal punya rumah baru. Seiring pekerjaan fisik bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dimulai akhir Mei ini. ‘’Baik yang dari pusat maupun kabupaten,’’ kata Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun Sigit Nugroho, Kamis (5/5).

Diketahui, BSPS merupakan upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Kabupaten Madiun mendapat  jatah 1.393 unit dari pemerintah pusat tahun ini. Itu setelah melalui beberapa tahapan, mulai pengusulan hingga penetapan penerima. ‘’Saat ini tahapannya sudah sampai sosialisasi di desa, dilanjut penyerahan buku rekening ke penerima BSPS,’’ ungkap Sigit.

Ribuan penerima BSPS dari pemerintah pusat itu bakal menerima bantuan Rp 20 juta. Perinciannya, Rp 17,5 juta untuk kebutuhan material dan Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang. Sigit menuturkan, masa pengerjaan fisik kurang lebih satu bulan sudah harus rampung. ‘’Target selesai Juni nanti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Rusak di Kresek Mendesak Dilakukan

Sigit menyampaikan, pekerjaan fisik BSPS dilaksanakan serentak. Namun, selesainya tidak bisa bersamaan. Seperti program serupa tahun sebelumnya untuk 1.182 unit. Kendalanya justru dari penerima BSPS terkait. Beberapa ada yang golek dina untuk mulai membangun rumah. Pun menunggu tukang yang disukai. ‘’Tidak apa-apa sebenarnya, tapi tetap berdampak ke pelaporan,’’ ungkapnya.

Sedangkan BSPS dari APBD untuk perbaikan 245 unit RTLH. Nilai bantuan Rp 15 juta per unit. Perinciannya, Rp 12,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta ongkos tukang. BSPS dari pemkab itu juga diserentakkan dengan pusat. ‘’Sekitar dua minggu lalu SK bupati sudah turun. Akhir Mei ini bisa mulai pekerjaan fisik,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/