alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Kasus Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun Segera Naik Penyidikan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun terus berlanjut. Saksi yang diperiksa kejaksaan negeri (kejari) setempat tak kunjung habis. ‘’Semoga bulan ini bisa naik penyidikan,’’ harap Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Minggu (5/6).

Harapan tersebut akan terealisasi jika tersangkanya telah ditetapkan. Sebab, hingga kini seratusan saksi telah diperiksa. Mulai dari kalangan petani, kelompok tani, distributor, hingga pegawai dinas terkait. Bahkan, dipastikan terus bertambah lantaran penyelidikan belum rampung. ‘’Minggu depan masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami mintai keterangan,’’ ungkap Purning.

Diketahui, sejak sekitar dua bulan lalu penyelidikan itu dimulai. Purning menuturkan, peningkatan status penyelidikan akan dinaikkan ke penyidikan setelah fakta-fakta terkumpul semua. Namun, lagi-lagi calon tersangkanya masih gelap. ‘’Soal itu (calon tersangka, Red) tentu berdasarkan hasil penyelidikan dan perlu pendalaman lagi,’’ dalihnya.

Baca Juga :  183 Desa di Kabupaten Madiun Belum Terapkan Program Non-Cash Transactions

Penyelidikan terkait dugaan tipikor itu berawal dari masalah kekurangan pupuk subsidi di kabupaten ini. Jatah yang diterima petani tidak sebanding dengan luasan lahan yang dimiliki. ‘’Mohon dukungan semua, agar kasus ini cepat selesai dan memberi dampak baik terhadap masalah pupuk subsidi,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun terus berlanjut. Saksi yang diperiksa kejaksaan negeri (kejari) setempat tak kunjung habis. ‘’Semoga bulan ini bisa naik penyidikan,’’ harap Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Minggu (5/6).

Harapan tersebut akan terealisasi jika tersangkanya telah ditetapkan. Sebab, hingga kini seratusan saksi telah diperiksa. Mulai dari kalangan petani, kelompok tani, distributor, hingga pegawai dinas terkait. Bahkan, dipastikan terus bertambah lantaran penyelidikan belum rampung. ‘’Minggu depan masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami mintai keterangan,’’ ungkap Purning.

Diketahui, sejak sekitar dua bulan lalu penyelidikan itu dimulai. Purning menuturkan, peningkatan status penyelidikan akan dinaikkan ke penyidikan setelah fakta-fakta terkumpul semua. Namun, lagi-lagi calon tersangkanya masih gelap. ‘’Soal itu (calon tersangka, Red) tentu berdasarkan hasil penyelidikan dan perlu pendalaman lagi,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Potong Honor Tenaga Upahan, Direktur Teknik PDAM Madiun Ditahan

Penyelidikan terkait dugaan tipikor itu berawal dari masalah kekurangan pupuk subsidi di kabupaten ini. Jatah yang diterima petani tidak sebanding dengan luasan lahan yang dimiliki. ‘’Mohon dukungan semua, agar kasus ini cepat selesai dan memberi dampak baik terhadap masalah pupuk subsidi,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/