alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Pancaroba, BPBD Kabupaten Madiun Cek Sembilan Gergaji

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca belakangan ini sulit diprediksi. Langit cerah saat pagi, sore mendadak gelap lalu turun hujan. Angin kencang juga berpotensi dalam musim pancaroba saat ini. ‘’Berbagai antisipasi telah kami lakukan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Negoro, Minggu (5/6).

Terutama urusan teknis yang penting dalam penanganan bencana. Peralatan wajib dalam kondisi siap. Tak terkecuali peranti penanganan saat terjadi bencana akibat angin kencang. ‘’Hari ini dilakukan pengecekan alat-alat untuk antisipasi bencana angin saat pancaroba seperti sekarang ini,’’ ujarnya.

Kukuh mengklaim semua alat kebencanaan dicek rutin. Namun, saat ini gergaji mesin lebih diprioritaskan. Sebab, peranti tersebut dinilai penting untuk penanganan pohon tumbang karena terempas angin kencang. ‘’Empat (gergaji mesin, Red) besar, ukuran sedang tiga, dan dua portabel, dicek. Semuanya siap,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jumlah Sumur Pompa Tidak Cukup untuk Mengairi 4.600 Hektare

Seluruh wilayah Kabupaten Madiun berpotensi terdampak bencana angin kencang. Kendati demikian, ada sejumlah titik yang mendapat predikat rawan berdasarkan peta kejadian sebelum-sebelumnya. Sesuai catatan BPBD, ada lima kecamatan rawan bencana angin. Yakni, Gemarang, Balerejo, Sawahan, Saradan, dan Wonoasri. ‘’Masyarakat kami imbau agar selalu waspada,’’ pintanya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca belakangan ini sulit diprediksi. Langit cerah saat pagi, sore mendadak gelap lalu turun hujan. Angin kencang juga berpotensi dalam musim pancaroba saat ini. ‘’Berbagai antisipasi telah kami lakukan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Negoro, Minggu (5/6).

Terutama urusan teknis yang penting dalam penanganan bencana. Peralatan wajib dalam kondisi siap. Tak terkecuali peranti penanganan saat terjadi bencana akibat angin kencang. ‘’Hari ini dilakukan pengecekan alat-alat untuk antisipasi bencana angin saat pancaroba seperti sekarang ini,’’ ujarnya.

Kukuh mengklaim semua alat kebencanaan dicek rutin. Namun, saat ini gergaji mesin lebih diprioritaskan. Sebab, peranti tersebut dinilai penting untuk penanganan pohon tumbang karena terempas angin kencang. ‘’Empat (gergaji mesin, Red) besar, ukuran sedang tiga, dan dua portabel, dicek. Semuanya siap,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Kebonsari Sudah Padam, Damkar Menyusul Datang

Seluruh wilayah Kabupaten Madiun berpotensi terdampak bencana angin kencang. Kendati demikian, ada sejumlah titik yang mendapat predikat rawan berdasarkan peta kejadian sebelum-sebelumnya. Sesuai catatan BPBD, ada lima kecamatan rawan bencana angin. Yakni, Gemarang, Balerejo, Sawahan, Saradan, dan Wonoasri. ‘’Masyarakat kami imbau agar selalu waspada,’’ pintanya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/