alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

NIK Tak Terdeteksi, Hambat Capaian Vaksinasi Kabupaten Madiun

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tak dapat berbuat banyak saat gagal mendeteksi NIK warga yang hendak divaksin Covid-19. Fakta tersebut menjadi salah satu faktor penyebab capaian vaksinasi terhambat. ‘’Memang ada kejadian seperti itu,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Jumat (5/11).

Diketahui, KTP menjadi syarat mutlak dalam vaksinasi antikorona guna pendataan. Nyatanya, di lapangan banyak warga gagal divaksin lantaran NIK di KTP mereka belum teraktivasi sehingga tak terakses di pusat. ‘’Kendala seperti itu (NIK tidak terdeteksi, Red) harus diselesaikan lebih dulu sebelum dapat divaksin,’’ tegas Djaka.

Sebagai pihak pelaksana vaksinasi, dinkes tak dapat berbuat apa-apa perihal tak terdeteksinya NIK. Permasalahan seperti itu hanya dapat diselesaikan dinas terkait. Atau di tingkat kecamatan. ‘’Kalau dinas terkait ada (di lokasi vaksinasi), kendala itu bisa langsung selesai,’’ ujar Djaka. (den/c1/sat)

Baca Juga :  Awas! Kasus Positif Aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun Kembali Naik

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tak dapat berbuat banyak saat gagal mendeteksi NIK warga yang hendak divaksin Covid-19. Fakta tersebut menjadi salah satu faktor penyebab capaian vaksinasi terhambat. ‘’Memang ada kejadian seperti itu,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Jumat (5/11).

Diketahui, KTP menjadi syarat mutlak dalam vaksinasi antikorona guna pendataan. Nyatanya, di lapangan banyak warga gagal divaksin lantaran NIK di KTP mereka belum teraktivasi sehingga tak terakses di pusat. ‘’Kendala seperti itu (NIK tidak terdeteksi, Red) harus diselesaikan lebih dulu sebelum dapat divaksin,’’ tegas Djaka.

Sebagai pihak pelaksana vaksinasi, dinkes tak dapat berbuat apa-apa perihal tak terdeteksinya NIK. Permasalahan seperti itu hanya dapat diselesaikan dinas terkait. Atau di tingkat kecamatan. ‘’Kalau dinas terkait ada (di lokasi vaksinasi), kendala itu bisa langsung selesai,’’ ujar Djaka. (den/c1/sat)

Baca Juga :  Pemkab Madiun Targetkan Raup Investasi Rp 1 Triliun

Most Read

Artikel Terbaru

/