alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Duh, Angka Inflasi Kabupaten Madiun Lampaui Jatim-Nasional

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun mencatat inflasi kabupaten ini pada bulan Maret 0,78 persen. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Februari yang hanya 0,03 persen. Pun, melampaui Provinsi Jawa Timur bahkan nasional.

Berdasarkan data BPS, inflasi Provinsi Jatim 0,71 persen. Sedangkan nasional 0,66 persen. ‘’Hal tersebut terjadi karena daya beli masyarakat yang meningkat melalui beberapa aspek,’’ kata Kepala BPS Kabupaten Madiun Hartono, Rabu (6/4).

Menurut Hartono, Pemkab Madiun berhasil mengendalikan perekonomian. Hal tersebut seiring langkah pemkab dalam penanganan pandemi Covid-19 yang terus menurun. Sehingga, perekonomian dapat bangkit. Pun kemampuan bekerja warga dan bantuan sosial dari pemerintah mampu meningkatkan daya beli masyarakat. ‘’Sehingga, mampu menurunkan angka kemiskinan juga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Panitia Pilkades Purworejo Digugat Warga Luar Desa

Apalagi ditambah kenaikan harga kebutuhan pokok sejak sebelum Ramadan. Hal tersebut juga berdampak pada peningkatan inflasi. Beberapa harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng (migor), cabai rawit, tempe, telur, daging ayam ras, dan bawang merah, naik. Kenaikan itu menyumbang 0,08 persen inflasi bulan Maret. ‘’Dimungkinkan rokok juga akan naik menyusul harga kebutuhan pokok yang lain,’’ terangnya.

Diketahui, sebelumnya migor menjadi penyebab deflasi. Kini kembali menjadi komoditas pemicu inflasi setelah dicabutnya HET migor kemasan. Andilnya 0,04 persen dalam inflasi kali ini. Pihaknya akan terus memantau inflasi di Kabupaten Madiun. ‘’Bisa dijadwalkan saat sensus lanjutan yang rencananya dilaksanakan Mei mendatang,’’ pungkasnya. (tr2/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun mencatat inflasi kabupaten ini pada bulan Maret 0,78 persen. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Februari yang hanya 0,03 persen. Pun, melampaui Provinsi Jawa Timur bahkan nasional.

Berdasarkan data BPS, inflasi Provinsi Jatim 0,71 persen. Sedangkan nasional 0,66 persen. ‘’Hal tersebut terjadi karena daya beli masyarakat yang meningkat melalui beberapa aspek,’’ kata Kepala BPS Kabupaten Madiun Hartono, Rabu (6/4).

Menurut Hartono, Pemkab Madiun berhasil mengendalikan perekonomian. Hal tersebut seiring langkah pemkab dalam penanganan pandemi Covid-19 yang terus menurun. Sehingga, perekonomian dapat bangkit. Pun kemampuan bekerja warga dan bantuan sosial dari pemerintah mampu meningkatkan daya beli masyarakat. ‘’Sehingga, mampu menurunkan angka kemiskinan juga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enggan Ambil Risiko, Pemkab Madiun Gelar PTM 100 Persen Tunggu PPKM Level 1

Apalagi ditambah kenaikan harga kebutuhan pokok sejak sebelum Ramadan. Hal tersebut juga berdampak pada peningkatan inflasi. Beberapa harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng (migor), cabai rawit, tempe, telur, daging ayam ras, dan bawang merah, naik. Kenaikan itu menyumbang 0,08 persen inflasi bulan Maret. ‘’Dimungkinkan rokok juga akan naik menyusul harga kebutuhan pokok yang lain,’’ terangnya.

Diketahui, sebelumnya migor menjadi penyebab deflasi. Kini kembali menjadi komoditas pemicu inflasi setelah dicabutnya HET migor kemasan. Andilnya 0,04 persen dalam inflasi kali ini. Pihaknya akan terus memantau inflasi di Kabupaten Madiun. ‘’Bisa dijadwalkan saat sensus lanjutan yang rencananya dilaksanakan Mei mendatang,’’ pungkasnya. (tr2/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/