alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Setir Rusak, Odong-Odong Nyungsep Parit, Dua Orang Tewas

DAGANGAN, Jawa Pos Radar Madiun – Malang nian nasib Nyamir, 48, dan Aniandita Keisha Zahra, 7. Pasangan nenek-cucu asal Desa Joho, Dagangan, itu meregang nyawa usai odong-odong yang ditumpangi nyungsep ke saluran air desa setempat sekitar pukul 09.30 kemarin (6/2). ‘’Satu korban MD (meninggal dunia) di lokasi, satu lagi di rumah sakit,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan.

Nanang mengungkapkan, odong-odong nahas itu mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal. Insiden bermula saat kendaraan melaju dari barat di Jalan Raya Dagangan-Joho masuk Desa Joho. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kereta kelinci yang disopiri Nur Rohim, 37, warga Desa/Kecamatan Geger, itu mendadak nyelonong ke parit.

Odong-odong dua gerbong yang sedang mengangkut sekitar 40 penumpang itu nyungsep di ketinggian kurang lebih 2,5 meter dari badan jalan. Para penumpang odong-odong yang tak bersabuk pengaman pun berupaya menyelamatkan diri.

Sejumlah warga setempat maupun pengendara yang sedang melintas turut menolong. Singkat cerita, Nyamir tak selamat. Perempuan itu meregang nyawa di TKP. Pun, sang cucu –Aniandita Keisha Zahra– juga meninggal kendati sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit terdekat. ‘’Sopir kereta kelinci tidak mengalami luka,’’ ungkap Nanang.

Baca Juga :  Banjir Dahsyat Nyaris Terulang

Laka tunggal yang dialami kendaraan pengangkut massal itu tak hanya mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Puluhan penumpang lain mengalami luka-luka. Lima di antaranya mesti mendapat perawatan medis. ‘’Usia korban luka-luka beragam, mulai 1,5 tahun sampai 80 tahun,’’ jelas Nanang.

Nanang mengungkapkan, penyebab laka adalah kondisi setir odong-odong yang rusak hingga sulit dikendalikan. Akibatnya, odong-odong nyungsep ke parit lantaran gagal belok di jalan menikung. ‘’Kereta kelinci itu modifikasi dari minibus Chevrolet nopol AD 8659 BV, sesuai yang tertera di STNK (surat tanda nomor kendaraan),’’ bebernya.

Polisi masih mendalami laka odong-odong kelir merah-kuning dengan dua korban meninggal dunia itu. Sementara, pengemudi kendaraan tersebut bukan sopir  pocokan.  ‘’Sopir kereta kelinci kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

DAGANGAN, Jawa Pos Radar Madiun – Malang nian nasib Nyamir, 48, dan Aniandita Keisha Zahra, 7. Pasangan nenek-cucu asal Desa Joho, Dagangan, itu meregang nyawa usai odong-odong yang ditumpangi nyungsep ke saluran air desa setempat sekitar pukul 09.30 kemarin (6/2). ‘’Satu korban MD (meninggal dunia) di lokasi, satu lagi di rumah sakit,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan.

Nanang mengungkapkan, odong-odong nahas itu mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal. Insiden bermula saat kendaraan melaju dari barat di Jalan Raya Dagangan-Joho masuk Desa Joho. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kereta kelinci yang disopiri Nur Rohim, 37, warga Desa/Kecamatan Geger, itu mendadak nyelonong ke parit.

Odong-odong dua gerbong yang sedang mengangkut sekitar 40 penumpang itu nyungsep di ketinggian kurang lebih 2,5 meter dari badan jalan. Para penumpang odong-odong yang tak bersabuk pengaman pun berupaya menyelamatkan diri.

Sejumlah warga setempat maupun pengendara yang sedang melintas turut menolong. Singkat cerita, Nyamir tak selamat. Perempuan itu meregang nyawa di TKP. Pun, sang cucu –Aniandita Keisha Zahra– juga meninggal kendati sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit terdekat. ‘’Sopir kereta kelinci tidak mengalami luka,’’ ungkap Nanang.

Baca Juga :  Dua Proyek Milik RSUD Caruban yang Diduga Cacat Administrasi

Laka tunggal yang dialami kendaraan pengangkut massal itu tak hanya mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Puluhan penumpang lain mengalami luka-luka. Lima di antaranya mesti mendapat perawatan medis. ‘’Usia korban luka-luka beragam, mulai 1,5 tahun sampai 80 tahun,’’ jelas Nanang.

Nanang mengungkapkan, penyebab laka adalah kondisi setir odong-odong yang rusak hingga sulit dikendalikan. Akibatnya, odong-odong nyungsep ke parit lantaran gagal belok di jalan menikung. ‘’Kereta kelinci itu modifikasi dari minibus Chevrolet nopol AD 8659 BV, sesuai yang tertera di STNK (surat tanda nomor kendaraan),’’ bebernya.

Polisi masih mendalami laka odong-odong kelir merah-kuning dengan dua korban meninggal dunia itu. Sementara, pengemudi kendaraan tersebut bukan sopir  pocokan.  ‘’Sopir kereta kelinci kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/