alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Kabupaten Madiun Masih Berstatus PPKM Level 2

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sesuai Inmendagri 20/2022, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun bertahan di level 2. Sejatinya, kasus positif aktif menurun. Namun, capaian vaksinasi Covid-19 lanjut usia (lansia) belum mencapai batas minimal untuk turun ke level 1. ‘’Kurang sedikit,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Kamis (7/4).

Dinkes mencatat total sasaran vaksinasi Covid-19 lansia 103.818 jiwa. Per Selasa (5/4) lalu baru 73.466 lansia atau sekitar 70,76 persen tervaksin dosis pertama. Sementara, dosis kedua baru 58,49 persen atau setara 60.725 jiwa. ‘’Dosis ketiga atau booster mencapai 6.641 sasaran atau 6,40 persen,’’ ujarnya.

Sesuai inmendagri terbaru tersebut, capaian vaksinasi lansia menjadi salah satu indikator penurunan level PPKM. Untuk level 1, minimal 60 persen target lansia sudah tervaksin dosis kedua. Sehingga, kurang 1,51 persen atau sekitar 1.500 jiwa. ‘’Total sasaran 593.894 jiwa. Capaian dosis pertama 81,15 persen, dosis kedua 71,64 persen,’’ sebut Djaka.

Baca Juga :  Kuota Calon Jemaah Haji Kabupaten Madiun Tahun Ini Belum Jelas

Vaksinasi lansia cukup berbeda dengan kelompok lain. Kondisi kesehatan menjadi salah satu kendala. Alhasil, dalam inmendagri yang berlaku sampai 18 April itu, kabupaten ini belum beranjak dari PPKM level 2.

Kendati, jumlah kasus aktif mulai turun. Per Selasa (5/4) lalu terdapat 13 kasus positif aktif. Sementara, secara kumulatif 10.928 positif, 10.215 pasien sembuh, dan 700 pasien meninggal dunia. ‘’Vaksinasi tetap jalan selama bulan puasa ini. Baik dosis pertama, kedua, maupun booster, untuk berbagai sasaran. Stok masih ada sekitar 20 ribu dosis,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sesuai Inmendagri 20/2022, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Madiun bertahan di level 2. Sejatinya, kasus positif aktif menurun. Namun, capaian vaksinasi Covid-19 lanjut usia (lansia) belum mencapai batas minimal untuk turun ke level 1. ‘’Kurang sedikit,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Kamis (7/4).

Dinkes mencatat total sasaran vaksinasi Covid-19 lansia 103.818 jiwa. Per Selasa (5/4) lalu baru 73.466 lansia atau sekitar 70,76 persen tervaksin dosis pertama. Sementara, dosis kedua baru 58,49 persen atau setara 60.725 jiwa. ‘’Dosis ketiga atau booster mencapai 6.641 sasaran atau 6,40 persen,’’ ujarnya.

Sesuai inmendagri terbaru tersebut, capaian vaksinasi lansia menjadi salah satu indikator penurunan level PPKM. Untuk level 1, minimal 60 persen target lansia sudah tervaksin dosis kedua. Sehingga, kurang 1,51 persen atau sekitar 1.500 jiwa. ‘’Total sasaran 593.894 jiwa. Capaian dosis pertama 81,15 persen, dosis kedua 71,64 persen,’’ sebut Djaka.

Baca Juga :  Teror ODGJ, Gedor Pintu hingga Patahkan Spion

Vaksinasi lansia cukup berbeda dengan kelompok lain. Kondisi kesehatan menjadi salah satu kendala. Alhasil, dalam inmendagri yang berlaku sampai 18 April itu, kabupaten ini belum beranjak dari PPKM level 2.

Kendati, jumlah kasus aktif mulai turun. Per Selasa (5/4) lalu terdapat 13 kasus positif aktif. Sementara, secara kumulatif 10.928 positif, 10.215 pasien sembuh, dan 700 pasien meninggal dunia. ‘’Vaksinasi tetap jalan selama bulan puasa ini. Baik dosis pertama, kedua, maupun booster, untuk berbagai sasaran. Stok masih ada sekitar 20 ribu dosis,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/