alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Produk UMKM Kabupaten Madiun Terkendala Label Halal MUI

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun bakal mengumpulkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kurasi tahap kedua ini direncanakan bulan depan.

Para pelaku UMKM akan bersaing di salah satu toko ritel modern. Kurasi kali ini hanya difokuskan pada produk makanan kering. ‘’Saat ini masih dalam tahap pendaftaran,’’ kata Kabid UMKM Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Dyah Kuswardani, Kamis (7/4).

Para pelaku UMKM yang mengikuti program tersebut diminta segera melengkapi persyaratan. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain, kemasan harus dibuat semenarik mungkin, perizinan lengkap, dan harus produk asli Kabupaten Madiun. Pelaku UMKM ber-KTP Kabupaten Madiun.

Standardisasi juga harus diperhatikan. Ada tujuh poin dalam standardisasi produk ini.  Yakni, kepemimpinan, pengembangan strategi, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, realisasi produk layanan, pengukuran analisis dan peningkatan kinerja, serta hasil bisnis baik keuangan maupun non keuangan. ‘’Tak kalah penting adalah label halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),’’ ujar Dyah.

Baca Juga :  Soal Pasokan Migor, Pemkab Madiun Andalkan Cawe-Cawe Pemprov

Kriteria dari disperdagkop-UM tak jauh beda dengan toko waralaba. Namun, ada beberapa tambahan yang harus dijalani setelah lolos kurasi. Jadi, tak semua produk dapat masuk toko ritel modern. Setelah proses di disperdagkop-UM selesai, akan dilanjutkan proses uji sampel. ‘’Semoga lebih banyak yang lolos dari tahun kemarin,’’ harapnya.

Saat ini ada 16 produk yang lolos kurasi tahap pertama 2021 lalu. Terdiri dari produk makanan kering dan basah. Pun telah dipajang di 38 toko ritel modern. Jumlah tersebut hanya 10 persen dari kurasi tahap pertama sekitar 160 produk yang didaftarkan. ‘’Kendalanya hanya satu, yaitu label halal,’’ ungkapnya.

Dyah berpesan kepada pelaku UMKM agar tetap mengembangkan usahanya agar bisa bersaing dengan produk sejenis lain. Mulai dari menjaga kualitas, standardisasi produk, hingga perizinan. Pun digital marketing harus selalu digencarkan agar lebih cepat dikenal masyarakat luas. ‘’Jangan kalah sama produk pabrikan,’’ pintanya. (tr2/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun bakal mengumpulkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kurasi tahap kedua ini direncanakan bulan depan.

Para pelaku UMKM akan bersaing di salah satu toko ritel modern. Kurasi kali ini hanya difokuskan pada produk makanan kering. ‘’Saat ini masih dalam tahap pendaftaran,’’ kata Kabid UMKM Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Dyah Kuswardani, Kamis (7/4).

Para pelaku UMKM yang mengikuti program tersebut diminta segera melengkapi persyaratan. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain, kemasan harus dibuat semenarik mungkin, perizinan lengkap, dan harus produk asli Kabupaten Madiun. Pelaku UMKM ber-KTP Kabupaten Madiun.

Standardisasi juga harus diperhatikan. Ada tujuh poin dalam standardisasi produk ini.  Yakni, kepemimpinan, pengembangan strategi, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, realisasi produk layanan, pengukuran analisis dan peningkatan kinerja, serta hasil bisnis baik keuangan maupun non keuangan. ‘’Tak kalah penting adalah label halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),’’ ujar Dyah.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Bupati Madiun Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok by System

Kriteria dari disperdagkop-UM tak jauh beda dengan toko waralaba. Namun, ada beberapa tambahan yang harus dijalani setelah lolos kurasi. Jadi, tak semua produk dapat masuk toko ritel modern. Setelah proses di disperdagkop-UM selesai, akan dilanjutkan proses uji sampel. ‘’Semoga lebih banyak yang lolos dari tahun kemarin,’’ harapnya.

Saat ini ada 16 produk yang lolos kurasi tahap pertama 2021 lalu. Terdiri dari produk makanan kering dan basah. Pun telah dipajang di 38 toko ritel modern. Jumlah tersebut hanya 10 persen dari kurasi tahap pertama sekitar 160 produk yang didaftarkan. ‘’Kendalanya hanya satu, yaitu label halal,’’ ungkapnya.

Dyah berpesan kepada pelaku UMKM agar tetap mengembangkan usahanya agar bisa bersaing dengan produk sejenis lain. Mulai dari menjaga kualitas, standardisasi produk, hingga perizinan. Pun digital marketing harus selalu digencarkan agar lebih cepat dikenal masyarakat luas. ‘’Jangan kalah sama produk pabrikan,’’ pintanya. (tr2/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/