alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Harga Belum Stabil, OP Migor Curah Lanjut

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Minyak goreng (migor) curah masih bermasalah setelah pemerintah resmi mencabut subsidi salah satu bahan kebutuhan dapur itu. Karenanya, Pemkab Madiun bakal tetap melanjutkan operasi pasar (OP). ‘’Tapi, tergantung kesiapan distributor,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Selasa (7/6).

Hanya, intensitas OP bakal berkurang ketimbang saat masih ada subsidi. Sebab, disperdagkop-UM tidak dapat berbuat banyak perihal kesiapan pihak distributor. Selama ini ada dua distributor yang bekerja sama dengan disperdagkop-UM. ‘’Rata-rata, dulu datang satu sampai dua kali. Setelah subsidi dicabut bulan ini, baru satu kali,’’ ungkap Toni.

Menurut dia, OP migor curah tetap dilanjutkan karena migor curah di pasaran mayoritas masih melebihi harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram. ‘’Hasil pantauan kami, saat ini harga masih di kisaran Rp 16 ribu per kilogram,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pantau Distribusi Migor, Mendag Lutfi Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Menjaga kestabilan harga migor curah menjadi yang utama. Untuk itu, disperdagkop-UM menerapkan jurus khusus dalam OP selanjutnya. ‘’OP akan difokuskan ke daerah-daerah pinggiran yang jauh dari pasar. Terkait waktunya, kami masih menunggu kabar dari distributor,’’ terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat menekankan aspek pemerataan dan ketepatsasaran OP harus diperhatikan. Sebab, migor curah merupakan kebutuhan setiap warga. ‘’Akan lebih baik OP disosialisasikan lebih dulu sebelum dilaksanakan,’’ pinta Wahyu. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Minyak goreng (migor) curah masih bermasalah setelah pemerintah resmi mencabut subsidi salah satu bahan kebutuhan dapur itu. Karenanya, Pemkab Madiun bakal tetap melanjutkan operasi pasar (OP). ‘’Tapi, tergantung kesiapan distributor,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Selasa (7/6).

Hanya, intensitas OP bakal berkurang ketimbang saat masih ada subsidi. Sebab, disperdagkop-UM tidak dapat berbuat banyak perihal kesiapan pihak distributor. Selama ini ada dua distributor yang bekerja sama dengan disperdagkop-UM. ‘’Rata-rata, dulu datang satu sampai dua kali. Setelah subsidi dicabut bulan ini, baru satu kali,’’ ungkap Toni.

Menurut dia, OP migor curah tetap dilanjutkan karena migor curah di pasaran mayoritas masih melebihi harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram. ‘’Hasil pantauan kami, saat ini harga masih di kisaran Rp 16 ribu per kilogram,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DLH Sebut Ada Investor di Kabupaten Madiun yang Abai Lingkungan

Menjaga kestabilan harga migor curah menjadi yang utama. Untuk itu, disperdagkop-UM menerapkan jurus khusus dalam OP selanjutnya. ‘’OP akan difokuskan ke daerah-daerah pinggiran yang jauh dari pasar. Terkait waktunya, kami masih menunggu kabar dari distributor,’’ terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat menekankan aspek pemerataan dan ketepatsasaran OP harus diperhatikan. Sebab, migor curah merupakan kebutuhan setiap warga. ‘’Akan lebih baik OP disosialisasikan lebih dulu sebelum dilaksanakan,’’ pinta Wahyu. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/