23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Dua Sekolah di Madiun Diteror Ulat Bulu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas pendidikan di Desa Slambur, Geger, terganggu. Gegaranya, dua lembaga pendidikan di desa tersebut diteror ulat bulu.

‘’Ulat mulai bermunculan sejak Senin (5/12) lalu, hari ini (kemarin, Red.) paling parah,’’ kata Erna Purnaningsih, guru Kelompok Bermain (KB) Al Husna, Rabu (7/12).

Kegiatan bermain dan belajar di KB Al Husna seketika buyar. Tepatnya, sekitar pukul 08.30 ketika anak-anak berteriak usai mengetahui sejumlah ulat masuk kelas. Sejurus kemudian, dua anak mengeluh gatal-gatal. ‘’Dua anak yang gatal-gatal itu langsung saya beri salep,’’ ujar Erna.

Suasana bermain dan belajar jadi tak kondusif. Erna lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat terkait teror ulat bulu itu. Alhasil, seluruh peserta didik di KB Al Husna sebanyak 20 anak dipulangkan. ‘’Besok diliburkan, khawatir terjadi yang tidak-tidak pada anak-anak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Telur di Madiun Melejit

Teror ulat bulu itu dilaporkan ke pemadam kebakaran (damkar) setempat. Sejumlah petugas yang tiba di lokasi langsung menuju sumber ulat di kebun belakang KB Al Husna.

Ulat-ulat disemprot insektisida. Baik yang di pepohonan maupun yang menjalar ke tembok sekolah. Termasuk, ruang bermain dan belajar anak-anak. ‘’Sejak empat tahun mengajar di sini, baru kali ini muncul banyak ulat seperti ini,’’ ungkap Erna.

SDN Slambur yang bersebelahan dengan KB Al Husna juga kena teror. Ada ratusan ulat bulu di pepohononan depan SD. Agar serangga penyebab gatal-gatal itu tidak masuk ke sekolah, ulat-ulat itu juga disemprot petugas.

‘’Penyemprotan itu dilakukan agar kegiatan di sekolah tidak terganggu,’’ kata Kades Slambur Sugeng Wahono. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas pendidikan di Desa Slambur, Geger, terganggu. Gegaranya, dua lembaga pendidikan di desa tersebut diteror ulat bulu.

‘’Ulat mulai bermunculan sejak Senin (5/12) lalu, hari ini (kemarin, Red.) paling parah,’’ kata Erna Purnaningsih, guru Kelompok Bermain (KB) Al Husna, Rabu (7/12).

Kegiatan bermain dan belajar di KB Al Husna seketika buyar. Tepatnya, sekitar pukul 08.30 ketika anak-anak berteriak usai mengetahui sejumlah ulat masuk kelas. Sejurus kemudian, dua anak mengeluh gatal-gatal. ‘’Dua anak yang gatal-gatal itu langsung saya beri salep,’’ ujar Erna.

Suasana bermain dan belajar jadi tak kondusif. Erna lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat terkait teror ulat bulu itu. Alhasil, seluruh peserta didik di KB Al Husna sebanyak 20 anak dipulangkan. ‘’Besok diliburkan, khawatir terjadi yang tidak-tidak pada anak-anak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bencana Hidrometeorologi Berpotensi Ancam Mayoritas Wilayah di Kabupaten Madiun

Teror ulat bulu itu dilaporkan ke pemadam kebakaran (damkar) setempat. Sejumlah petugas yang tiba di lokasi langsung menuju sumber ulat di kebun belakang KB Al Husna.

Ulat-ulat disemprot insektisida. Baik yang di pepohonan maupun yang menjalar ke tembok sekolah. Termasuk, ruang bermain dan belajar anak-anak. ‘’Sejak empat tahun mengajar di sini, baru kali ini muncul banyak ulat seperti ini,’’ ungkap Erna.

SDN Slambur yang bersebelahan dengan KB Al Husna juga kena teror. Ada ratusan ulat bulu di pepohononan depan SD. Agar serangga penyebab gatal-gatal itu tidak masuk ke sekolah, ulat-ulat itu juga disemprot petugas.

‘’Penyemprotan itu dilakukan agar kegiatan di sekolah tidak terganggu,’’ kata Kades Slambur Sugeng Wahono. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru