23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Gelar Festival Inovasi Desa Jatim 2022, Khofifah Dorong Kemandirian Desa

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Desa-desa inovatif di Jawa Timur (Jatim) unjuk gigi dalam Festival Inovasi Desa Jatim 2022. Mereka menunjukkan inovasi yang telah diterapkan di desanya. Dari inovasi di bidang pelayanan publik, pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pelestarian budaya, dan juga inovasi pemberdayaan masyarakat.

‘’Festival Inovasi Desa merupakan cara tercepat untuk mereplikasi sukses-sukses yang dicapai desa yang lain,’’ tutur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela-sela pembukaan Festival Inovasi Desa Jatim 2022 yang berlangsung di Alun-Alun Reksoegati, Kabupaten Madiun, Rabu (7/12).

Para pemimpin di berbagai desa tersebut mampu mengubah desanya menjadi desa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan warganya. ‘’Yang kita lakukan ini adalah festival inovasi desa, bagaimana desa itu kemudian menjadi mandiri. Dari desa maju berkembang menjadi desa mandiri. Hal itu yang terus kami dorong hingga tetesan kesejahteraan masyarakat di desa itu benar-benar bisa dirasakan,’’ terangnya.

Tidak sekadar mengunjungi inovasi stan masing-masing desa peserta festival, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini pun juga menyerahkan penghargaan kepada inovator terbaik di Jawa Timur pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) untuk 3 kategori.Diawali apresiasi kepada para Juri KOVABLIK, dilanjutkan penganugerahan kepada terpuji KOVABLIK yang pertama yaitu Top 30 kelompok umum, terbaik kategori replikasi, dan terbaik kategori khusus (Outstanding achievement of public service awards).

Baca Juga :  Vandel Kampung Pesilat Jadi Penyelamat Usaha Kerajinan Joko Suwiono

Khofifah juga mengukuhkan Desa Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK). Dalam opening ceremony Festival Inovasi Desa dan Awarding KOVABLIK serta pengukuhan Desa BerAKHLak tersebut, gubernur Jatim bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas serta Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB.

Festival yang berlangsung selama dua hari (7-8 Desember) ini juga dimeriahkan dengan 60 stan layanan publik dari OPD Provinsi Jatim, Kabupaten/Kota, Instansi vertikal dan BUMN. Masyarakat yang hadir dalam festival ini bisa mengakses sejumlah layanan publik yang disediakan. Seperti pelayanan adminduk e-KTP dan KK, pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis,try out PPPK gratis, dan perpanjangan SIM.

‘’Saya selalu minta dalam setiap kali expo Pemprov Jatim selalu menyediakan layanan kesehatan gratis dan layanan publik lainnya agar bisa diakses masyarakat,’’ katanya.

Sementara itu, Khofifah mengapresiasi Kabupaten Madiun sebagai tuan rumah Festival Inovasi Desa Jatim 2022. Dia melihat Pemkab Madiun sangat concern terhadap pemerintah desa dan banyak pencapaian yg telah diraih oleh Pemkab Madiun terutama terkait pemerintah desa. (dea/aan/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Desa-desa inovatif di Jawa Timur (Jatim) unjuk gigi dalam Festival Inovasi Desa Jatim 2022. Mereka menunjukkan inovasi yang telah diterapkan di desanya. Dari inovasi di bidang pelayanan publik, pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pelestarian budaya, dan juga inovasi pemberdayaan masyarakat.

‘’Festival Inovasi Desa merupakan cara tercepat untuk mereplikasi sukses-sukses yang dicapai desa yang lain,’’ tutur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela-sela pembukaan Festival Inovasi Desa Jatim 2022 yang berlangsung di Alun-Alun Reksoegati, Kabupaten Madiun, Rabu (7/12).

Para pemimpin di berbagai desa tersebut mampu mengubah desanya menjadi desa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan warganya. ‘’Yang kita lakukan ini adalah festival inovasi desa, bagaimana desa itu kemudian menjadi mandiri. Dari desa maju berkembang menjadi desa mandiri. Hal itu yang terus kami dorong hingga tetesan kesejahteraan masyarakat di desa itu benar-benar bisa dirasakan,’’ terangnya.

Tidak sekadar mengunjungi inovasi stan masing-masing desa peserta festival, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini pun juga menyerahkan penghargaan kepada inovator terbaik di Jawa Timur pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) untuk 3 kategori.Diawali apresiasi kepada para Juri KOVABLIK, dilanjutkan penganugerahan kepada terpuji KOVABLIK yang pertama yaitu Top 30 kelompok umum, terbaik kategori replikasi, dan terbaik kategori khusus (Outstanding achievement of public service awards).

Baca Juga :  Kembangkan Desa Kebonagung, Tim PPDB Statistika Unair Perkuat TI-Literasi Data

Khofifah juga mengukuhkan Desa Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK). Dalam opening ceremony Festival Inovasi Desa dan Awarding KOVABLIK serta pengukuhan Desa BerAKHLak tersebut, gubernur Jatim bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas serta Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB.

Festival yang berlangsung selama dua hari (7-8 Desember) ini juga dimeriahkan dengan 60 stan layanan publik dari OPD Provinsi Jatim, Kabupaten/Kota, Instansi vertikal dan BUMN. Masyarakat yang hadir dalam festival ini bisa mengakses sejumlah layanan publik yang disediakan. Seperti pelayanan adminduk e-KTP dan KK, pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis,try out PPPK gratis, dan perpanjangan SIM.

‘’Saya selalu minta dalam setiap kali expo Pemprov Jatim selalu menyediakan layanan kesehatan gratis dan layanan publik lainnya agar bisa diakses masyarakat,’’ katanya.

Sementara itu, Khofifah mengapresiasi Kabupaten Madiun sebagai tuan rumah Festival Inovasi Desa Jatim 2022. Dia melihat Pemkab Madiun sangat concern terhadap pemerintah desa dan banyak pencapaian yg telah diraih oleh Pemkab Madiun terutama terkait pemerintah desa. (dea/aan/adv)

Most Read

Artikel Terbaru