23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Kasus Hydrocephalus Pertama di Wonoasri, Puskesmas Mendampingi

MADIUN, Jawa Pos Radar MadiunHydrocephalus yang diidap Bahrul Baqulum tak luput dari perhatian Puskesmas Wonoasri. Sejak didiagnosis dokter, pihak puskesmas bersama tenaga kesehatan desa mendampingi Bahrul selama menjalani pengobatan.

‘’Sejauh ini sudah banyak perkembangan, terutama pada cairan di kepala pasien. Ada penyusutan setelah operasi,’’ ungkap Kepala Puskesmas Wonoasri Arief Firman Hidayat, Rabu (7/12).

Secara medis, menurut dia, kondisi Bahrul saat ini sudah bagus. Gerak motorik dan fisiknya cukup normal dan aktif. Hydrocephalus adalah pembesaran kepala karena adanya cairan yang melebihi ambang normal. Sehingga, berisiko menekan sel-sel dan saraf otak yang akan memengaruhi perkembangan anggota tubuh lain seperti mata, pita suara hingga kecerdasan.

‘’Maka perlu pengurangan atau penyedotan cairan di kepala hingga batas normal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tentang Rencana Perubahan Perda LP2B Jadi PLPB, Pemkab Manut Saran DPRD

Arief menyebutkan kasus hydrocephalus di Kabupaten Madiun tidak banyak. Khusus di Wonoasri, ini menjadi kasus pertama. Untuk itu, pihaknya semaksimal mungkin akan selalu memperhatikan pasien selama masa pengobatan hingga sembuh.

Sebagai bentuk pencegahan, pihaknya bersama tenaga medis di desa-desa akan terus memantau kondisi semua warga.

Sehingga, jika ada kasus serupa, bisa segera dilakukan tindakan sebelum lebih parah. Terlebih bagi warga kurang mampu dan perlu perhatian serta bantuan pemerintah setempat.

‘’Dari puskesmas nanti akan bertindak. Jika tidak bisa mengatasi, kami rujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan memiliki kompetensi serta fasilitas lebih baik. Di daerah maupun luar daerah yang mumpuni,’’ jelasnya. (mg3/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar MadiunHydrocephalus yang diidap Bahrul Baqulum tak luput dari perhatian Puskesmas Wonoasri. Sejak didiagnosis dokter, pihak puskesmas bersama tenaga kesehatan desa mendampingi Bahrul selama menjalani pengobatan.

‘’Sejauh ini sudah banyak perkembangan, terutama pada cairan di kepala pasien. Ada penyusutan setelah operasi,’’ ungkap Kepala Puskesmas Wonoasri Arief Firman Hidayat, Rabu (7/12).

Secara medis, menurut dia, kondisi Bahrul saat ini sudah bagus. Gerak motorik dan fisiknya cukup normal dan aktif. Hydrocephalus adalah pembesaran kepala karena adanya cairan yang melebihi ambang normal. Sehingga, berisiko menekan sel-sel dan saraf otak yang akan memengaruhi perkembangan anggota tubuh lain seperti mata, pita suara hingga kecerdasan.

‘’Maka perlu pengurangan atau penyedotan cairan di kepala hingga batas normal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waspada ISPA, Antisipasi Korona

Arief menyebutkan kasus hydrocephalus di Kabupaten Madiun tidak banyak. Khusus di Wonoasri, ini menjadi kasus pertama. Untuk itu, pihaknya semaksimal mungkin akan selalu memperhatikan pasien selama masa pengobatan hingga sembuh.

Sebagai bentuk pencegahan, pihaknya bersama tenaga medis di desa-desa akan terus memantau kondisi semua warga.

Sehingga, jika ada kasus serupa, bisa segera dilakukan tindakan sebelum lebih parah. Terlebih bagi warga kurang mampu dan perlu perhatian serta bantuan pemerintah setempat.

‘’Dari puskesmas nanti akan bertindak. Jika tidak bisa mengatasi, kami rujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan memiliki kompetensi serta fasilitas lebih baik. Di daerah maupun luar daerah yang mumpuni,’’ jelasnya. (mg3/sat)

Most Read

Artikel Terbaru