alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Jatah Pupuk Bersubsidi Seret, Petani di Madiun Ngeluh

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keluhan petani di Kabupaten Madiun bukan cuma soal minimnya jatah pupuk bersubsidi. Pasalnya, menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun Suharno, jatah tiap kecamatan berbeda. Mulai dua, tiga, sampai empat kuintal per hektare per musim tanam.

Dia menyayangkan hal tersebut lantaran ada sekitar 30 ribu hektare lahan padi per musim di kabupaten ini. ‘’Idealnya, kebutuhan pupuk per hektare itu lima kuintal. Dua urea dan tiga NPK,’’ ujarnya, Rabu (9/3).

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Parna membantah tudingan KTNA tersebut. Dia mengklaim alokasi di semua kecamatan sama. Per hektare mendapatkan urea 200 kilogram, NPK 87,5 kilogram, dan organik 145 kilogram per musim. ’’Kalau tentang distribusi per bulan itu menyesuaikan alokasi dari provinsi yang  juga setiap bulan,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Musim Hujan, Kasus DBD di Kabupaten Madiun Meningkat

Sementara soal minimnya jatah pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Madiun tahun ini, lanjut Parna, karena memang meleset dari usulan berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok elektronik (E-RDKK). Yakni, 85.415 petani dengan luas lahan tanam 117.001 hektare setahun. ‘’Jatah pupuk subsidi tahun ini, urea 75 persen dari usulan, NPK hanya 35 persen, dan organik 29 persen,’’ jelasnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Keluhan petani di Kabupaten Madiun bukan cuma soal minimnya jatah pupuk bersubsidi. Pasalnya, menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun Suharno, jatah tiap kecamatan berbeda. Mulai dua, tiga, sampai empat kuintal per hektare per musim tanam.

Dia menyayangkan hal tersebut lantaran ada sekitar 30 ribu hektare lahan padi per musim di kabupaten ini. ‘’Idealnya, kebutuhan pupuk per hektare itu lima kuintal. Dua urea dan tiga NPK,’’ ujarnya, Rabu (9/3).

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Parna membantah tudingan KTNA tersebut. Dia mengklaim alokasi di semua kecamatan sama. Per hektare mendapatkan urea 200 kilogram, NPK 87,5 kilogram, dan organik 145 kilogram per musim. ’’Kalau tentang distribusi per bulan itu menyesuaikan alokasi dari provinsi yang  juga setiap bulan,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Madiun: Perbaiki Jalan Bajulan sebelum Dialihkan Statusnya

Sementara soal minimnya jatah pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Madiun tahun ini, lanjut Parna, karena memang meleset dari usulan berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok elektronik (E-RDKK). Yakni, 85.415 petani dengan luas lahan tanam 117.001 hektare setahun. ‘’Jatah pupuk subsidi tahun ini, urea 75 persen dari usulan, NPK hanya 35 persen, dan organik 29 persen,’’ jelasnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/