alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Warga Madiun Diimbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi  

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana angin masih mengancam. Sebuah pohon sedekapan orang dewasa di Jalan Raya Nglandung-Kaibon, Geger, tumbang bersamaan hujan deras disertai angin kencang kemarin (8/6) siang. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.

Pohon yang roboh itu tergolong berukuran besar. Beruntung, tidak ada warga maupun pengendara di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa terjadi. Namun, lalu lintas sempat tersendat karena posisi pohon tumbang membentang di badan jalan.

Usai mendapat laporan, sejumlah petugas BPBD Kabupaten Madiun bersama warga sekitar bergotong royong menebang pohon tersebut dengan gergaji mesin. ‘’Lalu lintas kembali normal setelah penebangan selesai sore,’’ ujar Zahrowi.

Tumbangnya pohon dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Madiun mulai pukul 11.30 sampai 13.00 kemarin. Apalagi, kondisi pohon sebelumnya sudah miring. ‘’Di pancaroba ini harus waspada ancaman bencana hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Akademisi Sebut Pengisian Jabatan Kosong di Pemkab Madiun Itu Politis

Dia menyebutkan, kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi itu diwujudkan dengan berbagai cara. Mulai mitigasi sampai peringatan dini yang disebarluaskan ke masyarakat. Selain itu, menyiagakan petugas dan relawan. ‘’Potensi bencana angin diprediksi masih akan terjadi sampai Juni ini,’’ kata Zahrowi.

Zahrowi mengungkapkan, seluruh wilayah Kabupaten Madiun berpotensi dilanda bencana angin. Namun, ada lima kecamatan yang berstatus rawan. Yakni, Gemarang, Balerejo, Sawahan, Saradan, dan Wonoasri. ‘’Tidak cuma angin, bencana lain seperti tanah longsor juga masih berpotensi karena hujan lebat,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana angin masih mengancam. Sebuah pohon sedekapan orang dewasa di Jalan Raya Nglandung-Kaibon, Geger, tumbang bersamaan hujan deras disertai angin kencang kemarin (8/6) siang. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.

Pohon yang roboh itu tergolong berukuran besar. Beruntung, tidak ada warga maupun pengendara di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa terjadi. Namun, lalu lintas sempat tersendat karena posisi pohon tumbang membentang di badan jalan.

Usai mendapat laporan, sejumlah petugas BPBD Kabupaten Madiun bersama warga sekitar bergotong royong menebang pohon tersebut dengan gergaji mesin. ‘’Lalu lintas kembali normal setelah penebangan selesai sore,’’ ujar Zahrowi.

Tumbangnya pohon dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Madiun mulai pukul 11.30 sampai 13.00 kemarin. Apalagi, kondisi pohon sebelumnya sudah miring. ‘’Di pancaroba ini harus waspada ancaman bencana hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Janda Tipu Lansia, ATM Dikuras Rp 55 Juta

Dia menyebutkan, kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi itu diwujudkan dengan berbagai cara. Mulai mitigasi sampai peringatan dini yang disebarluaskan ke masyarakat. Selain itu, menyiagakan petugas dan relawan. ‘’Potensi bencana angin diprediksi masih akan terjadi sampai Juni ini,’’ kata Zahrowi.

Zahrowi mengungkapkan, seluruh wilayah Kabupaten Madiun berpotensi dilanda bencana angin. Namun, ada lima kecamatan yang berstatus rawan. Yakni, Gemarang, Balerejo, Sawahan, Saradan, dan Wonoasri. ‘’Tidak cuma angin, bencana lain seperti tanah longsor juga masih berpotensi karena hujan lebat,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/