alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Pemkab Madiun Telaah Plus-Minus Mobil Listrik

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun menimbang pemanfaatan mobil listrik (moblis) buatan SMK Model PGRI Mejayan. Sejauh mana efektivitas kendaraan itu mampu menunjang sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). ‘’Kami koordinasi lebih dulu,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Indra Setyawan Rabu (8/7).

Indra belum melihat langsung detail moblis. Sebab, proses pembuatannya tidak melibatkan pemkab. Kunjungan dalam waktu dekat dilakukan untuk melihat kemungkinan kerja sama. Termasuk menelaah plus-minus apabila pelaku UMKM menggunakan moblis tersebut. ‘’Saat ini, kebutuhan mobil masih relatif kecil bagi pelaku usaha,’’ sebutnya.

Menurut dia, pelaku usaha mandiri yang lebih bisa memanfaatkan moblis. Pengadaan masal untuk pemberdayaan pelaku usaha belum memungkinkan. Selain aspek fungsional, juga terkendala modal. Sebab, satu unit moblis dibanderol Rp 20 juta. ‘’Tapi, hasil karya putra-putri daerah itu merupakan sesuatu yang positif,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bongkar Drainase Buruk Pasar Sayur Caruban

Kepala SMK Model PGRI Sampun Hadam mengatakan, moblis dalam tahap penawaran ke puluhan desa di Kabupaten Madiun. Namun, untuk perizinan produksi masal belum terpikirkan. ‘’Niatan awal kami meringankan beban pengangguran terdampak Covid-19. Membuat mobil listrik yang murah dan baik untuk masa depan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun menimbang pemanfaatan mobil listrik (moblis) buatan SMK Model PGRI Mejayan. Sejauh mana efektivitas kendaraan itu mampu menunjang sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). ‘’Kami koordinasi lebih dulu,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Indra Setyawan Rabu (8/7).

Indra belum melihat langsung detail moblis. Sebab, proses pembuatannya tidak melibatkan pemkab. Kunjungan dalam waktu dekat dilakukan untuk melihat kemungkinan kerja sama. Termasuk menelaah plus-minus apabila pelaku UMKM menggunakan moblis tersebut. ‘’Saat ini, kebutuhan mobil masih relatif kecil bagi pelaku usaha,’’ sebutnya.

Menurut dia, pelaku usaha mandiri yang lebih bisa memanfaatkan moblis. Pengadaan masal untuk pemberdayaan pelaku usaha belum memungkinkan. Selain aspek fungsional, juga terkendala modal. Sebab, satu unit moblis dibanderol Rp 20 juta. ‘’Tapi, hasil karya putra-putri daerah itu merupakan sesuatu yang positif,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Reklame Dipaku di Pohon, DLH Sebut Langgar Perda

Kepala SMK Model PGRI Sampun Hadam mengatakan, moblis dalam tahap penawaran ke puluhan desa di Kabupaten Madiun. Namun, untuk perizinan produksi masal belum terpikirkan. ‘’Niatan awal kami meringankan beban pengangguran terdampak Covid-19. Membuat mobil listrik yang murah dan baik untuk masa depan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/