alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Nataru, Pemkab Madiun Dirikan Posko Penyekatan di Tujuh Titik

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Cakupan wilayah pengetatan mobilitas masyarakat selama momen Natal dan tahun baru (Nataru) di Kabupaten Madiun diperluas. Jika sebelumnya hanya dikonsentrasikan di empat titik, mulai 24 Desember mendatang bakal ditambah menjadi tujuh titik pos penyekatan. Kepastian itu merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ).

Tujuh titik pos pengetatan itu bakal didirikan di perbatasan Madiun-Nganjuk, exit toll Dumpil, exit toll Krapyak, Taman Asti Caruban, alun-alun Mejayan, dan dua rest area ruas tol Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK). ‘’Hasil evaluasi dan pembahasan rakor forum LLAJ sepakat memperluas area pengetatan,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra, Kamis (9/12).

Firman menyampaikan, langkah tersebut diambil sebagai antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Menyusul keputusan pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Nataru. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait aturan Nataru itu. ‘’Langkah antisipasi kami siapkan jauh-jauh hari. Pendirian pos dan plotting anggota tetap dilakukan di titik rawan keramaian, kemacetan, dan kecelakaan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Stroke Ringan, BB Mangkir  Panggilan Kejaksaan

Sarana dan prasarana jalan, lanjut Firman, juga bakal dilengkapi. Seperti lampu penerangan jalan umum (PJU), rambu-rambu petunjuk, dan markah jalan. Khususnya di ruas jalan nasional masuk Desa Kaibon, Geger, ke arah selatan yang minim PJU. ‘’Kami terus lakukan koordinasi dengan Dishub (Dinas Perhubungan, Red) Kabupaten Madiun. Mudah-mudahan terealisasi semua,’’ harapnya.

Firman minta masyarakat membantu upaya pemerintah dalam menekan mobilitas selama Nataru. Pun, jika terpaksa melakukan perjalanan jauh, diharapkan membawa surat-surat kendaraan lengkap. ‘’Paling penting juga tetap menjaga protokol kesehatan,’’ pungkasnya. (mg4/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Cakupan wilayah pengetatan mobilitas masyarakat selama momen Natal dan tahun baru (Nataru) di Kabupaten Madiun diperluas. Jika sebelumnya hanya dikonsentrasikan di empat titik, mulai 24 Desember mendatang bakal ditambah menjadi tujuh titik pos penyekatan. Kepastian itu merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ).

Tujuh titik pos pengetatan itu bakal didirikan di perbatasan Madiun-Nganjuk, exit toll Dumpil, exit toll Krapyak, Taman Asti Caruban, alun-alun Mejayan, dan dua rest area ruas tol Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK). ‘’Hasil evaluasi dan pembahasan rakor forum LLAJ sepakat memperluas area pengetatan,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra, Kamis (9/12).

Firman menyampaikan, langkah tersebut diambil sebagai antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Menyusul keputusan pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Nataru. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait aturan Nataru itu. ‘’Langkah antisipasi kami siapkan jauh-jauh hari. Pendirian pos dan plotting anggota tetap dilakukan di titik rawan keramaian, kemacetan, dan kecelakaan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  KSAL Resmikan Tiga Monumen Alutsista di Madiun

Sarana dan prasarana jalan, lanjut Firman, juga bakal dilengkapi. Seperti lampu penerangan jalan umum (PJU), rambu-rambu petunjuk, dan markah jalan. Khususnya di ruas jalan nasional masuk Desa Kaibon, Geger, ke arah selatan yang minim PJU. ‘’Kami terus lakukan koordinasi dengan Dishub (Dinas Perhubungan, Red) Kabupaten Madiun. Mudah-mudahan terealisasi semua,’’ harapnya.

Firman minta masyarakat membantu upaya pemerintah dalam menekan mobilitas selama Nataru. Pun, jika terpaksa melakukan perjalanan jauh, diharapkan membawa surat-surat kendaraan lengkap. ‘’Paling penting juga tetap menjaga protokol kesehatan,’’ pungkasnya. (mg4/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/