23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Madiun Berkurang, Ini Tanggapan Petani

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para petani di Kabupaten Madiun punya ragam suara menyikapi alokasi pupuk bersubsidi 2023. Berdasarkan data dinas pertanian dan perikanan (disperta) setempat, alokasi tahun depan bakal berkurang dibanding tahun ini.

Urea mendapat alokasi 94 persen dari yang diusulkan ke pusat melalui pemprov. Sedangkan NPK malah hanya 45 persen dari usulan.

‘’Tentu keberatan. Jatah kemarin saja masih kurang apalagi kalau nanti lebih sedikit. Tapi, mau bagaimana lagi,’’ kata Siti Khotimah, salah seorang petani di Desa Kedondong, Kebonsari, Kamis (8/12).

Menurut Siti, alokasi pupuk bersubsidi sejatinya sangat kurang dari kebutuhan. Sehingga, petani masih tetap membeli pupuk nonsubsidi untuk mencukupi kendati harganya mahal. Terutama ZA dan NPK.

‘’Semampunya beli (nonsubsidi). Kalau kurang, pakai yang ada seperti urea itu. Daripada tidak digunakan pupuknya sudah terbeli,’’ ujarnya.

Sementara Jamali, salah seorangnya petani asal Desa Slambur, Geger, tak acuh dengan jatah pupuk bersubsidi berkurang atau tidak. Sebab, selama ini dia menggunakan pupuk nonsubsidi dan tidak bergantung subsidi.

Baca Juga :  Stok Blangko e-KTP Disdukcapil Kabupaten Madiun Menipis, Pemohon Dapat Suket

‘’Seringnya telat datang kalau yang bersubsidi. Sudah waktunya memupuk tapi belum dikirim. Akhirnya beli yang nonsubsidi,’’ ungkapnya.

Selain itu, menurut dia, kandungan pupuk nonsubsidi dinilai lebih bagus dibanding bersubsidi meski merek dan jenisnya sama. Itu tampak dari hasil panen padi yang menggunakan pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. ‘’Terkadang, nonsubsidi juga susah dicari, apalagi yang bersubsidi,’’ tuturnya.

Sehingga, daripada tanaman padinya terancam gagal panen, dia lebih memilih merogoh kocek lebih dalam. Sedangkan jika menggunakan pupuk organik atau kompos prosesnya lama. Sementara kebutuhan tidak dapat ditinda.

‘’Jadi tidak apa-apa agak mahal. Kalau pupuk bersubsidi berkurang, harapannya stok pupuk nonsubsidi harus selalu ada,’’ sambungnya. (mg3/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para petani di Kabupaten Madiun punya ragam suara menyikapi alokasi pupuk bersubsidi 2023. Berdasarkan data dinas pertanian dan perikanan (disperta) setempat, alokasi tahun depan bakal berkurang dibanding tahun ini.

Urea mendapat alokasi 94 persen dari yang diusulkan ke pusat melalui pemprov. Sedangkan NPK malah hanya 45 persen dari usulan.

‘’Tentu keberatan. Jatah kemarin saja masih kurang apalagi kalau nanti lebih sedikit. Tapi, mau bagaimana lagi,’’ kata Siti Khotimah, salah seorang petani di Desa Kedondong, Kebonsari, Kamis (8/12).

Menurut Siti, alokasi pupuk bersubsidi sejatinya sangat kurang dari kebutuhan. Sehingga, petani masih tetap membeli pupuk nonsubsidi untuk mencukupi kendati harganya mahal. Terutama ZA dan NPK.

‘’Semampunya beli (nonsubsidi). Kalau kurang, pakai yang ada seperti urea itu. Daripada tidak digunakan pupuknya sudah terbeli,’’ ujarnya.

Sementara Jamali, salah seorangnya petani asal Desa Slambur, Geger, tak acuh dengan jatah pupuk bersubsidi berkurang atau tidak. Sebab, selama ini dia menggunakan pupuk nonsubsidi dan tidak bergantung subsidi.

Baca Juga :  Terimpit Ekonomi, Pria di Madiun Nekat Jual Istrinya

‘’Seringnya telat datang kalau yang bersubsidi. Sudah waktunya memupuk tapi belum dikirim. Akhirnya beli yang nonsubsidi,’’ ungkapnya.

Selain itu, menurut dia, kandungan pupuk nonsubsidi dinilai lebih bagus dibanding bersubsidi meski merek dan jenisnya sama. Itu tampak dari hasil panen padi yang menggunakan pupuk bersubsidi dan nonsubsidi. ‘’Terkadang, nonsubsidi juga susah dicari, apalagi yang bersubsidi,’’ tuturnya.

Sehingga, daripada tanaman padinya terancam gagal panen, dia lebih memilih merogoh kocek lebih dalam. Sedangkan jika menggunakan pupuk organik atau kompos prosesnya lama. Sementara kebutuhan tidak dapat ditinda.

‘’Jadi tidak apa-apa agak mahal. Kalau pupuk bersubsidi berkurang, harapannya stok pupuk nonsubsidi harus selalu ada,’’ sambungnya. (mg3/sat)

Most Read

Artikel Terbaru