23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Belasan Ribu Warga Kabupaten Madiun Terjangkit Diabetes, Menyerang Anak-Remaja

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus diabetes melitus (DM) di Kabupaten Madiun semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya menyerang orang dewasa, penyakit itu kini mulai menjangkiti anak-anak dan remaja. Catatan dinkes setempat, sepanjang tahun ini saja sebanyak 17.106 terserang DM.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka mengatakan, fenomena diabetes melitus yang kini juga menyerang anak dan remaja tidak terlepas dari perubahan gaya hidup serta lingkungan.

‘’Sekarang banyak jenis makanan. Jika keseimbangan nutrisi tidak dijaga, akan lebih rentan kena penyakit,’’ ujarnya, Kamis (8/12).

Dia menyebutkan, pengendalian diabetes melitus maupun penyakit kronis lainnya sejak dini harus dikuatkan. Untuk itu, setiap puskesmas dilengkapi pos pelayanan pembinaan terpadu untuk screening kesehatan. ‘

’Gejala umum diabetes melitus itu gampang haus, lapar, dan sering kencing. Lalu, lama-lama tubuh menjadi kurus,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Review Karbol Sereh Sparkle: Sangat Ampuh Mengusir Serangga

Anies menuturkan, tidak sedikit pasien DM yang usianya baru 30-an nyawanya tak terselamatkan. Ada pula kasus pasien 20 tahunan sudah terdeteksi mengidap DM. Namun, diabaikan dan tidak menjalani pengobatan sejak dini. Alhasil, kategori penyakitnya yang semula tipe 1 naik menjadi tipe 2.

‘’Dampak jika tidak diatasi sejak dini akan muncul komplikasi saraf, pembuluh darah, jantung, dan mata hingga mengakibatkan kebutaan,’’ sebutnya. ‘’Penderita DM itu seumur hidup harus bergantung pada obat-obatan dan suntikan insulin,’’ imbuh Anies.

Mengingat fatalnya dampak penyakit diabetes melitus, Anies mengimbau warga menjaga pola hidup sehat, selektif mengonsumsi makanan, dan rajin olahraga. Selain itu, melakukan kontrol secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat

‘’Sehingga penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin dan bisa diatasi sebelum menjadi ganas dan sulit diobati,’’ tuturnya. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus diabetes melitus (DM) di Kabupaten Madiun semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya menyerang orang dewasa, penyakit itu kini mulai menjangkiti anak-anak dan remaja. Catatan dinkes setempat, sepanjang tahun ini saja sebanyak 17.106 terserang DM.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka mengatakan, fenomena diabetes melitus yang kini juga menyerang anak dan remaja tidak terlepas dari perubahan gaya hidup serta lingkungan.

‘’Sekarang banyak jenis makanan. Jika keseimbangan nutrisi tidak dijaga, akan lebih rentan kena penyakit,’’ ujarnya, Kamis (8/12).

Dia menyebutkan, pengendalian diabetes melitus maupun penyakit kronis lainnya sejak dini harus dikuatkan. Untuk itu, setiap puskesmas dilengkapi pos pelayanan pembinaan terpadu untuk screening kesehatan. ‘

’Gejala umum diabetes melitus itu gampang haus, lapar, dan sering kencing. Lalu, lama-lama tubuh menjadi kurus,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Desa Keraswetan Ngawi Endemik Chikungunya

Anies menuturkan, tidak sedikit pasien DM yang usianya baru 30-an nyawanya tak terselamatkan. Ada pula kasus pasien 20 tahunan sudah terdeteksi mengidap DM. Namun, diabaikan dan tidak menjalani pengobatan sejak dini. Alhasil, kategori penyakitnya yang semula tipe 1 naik menjadi tipe 2.

‘’Dampak jika tidak diatasi sejak dini akan muncul komplikasi saraf, pembuluh darah, jantung, dan mata hingga mengakibatkan kebutaan,’’ sebutnya. ‘’Penderita DM itu seumur hidup harus bergantung pada obat-obatan dan suntikan insulin,’’ imbuh Anies.

Mengingat fatalnya dampak penyakit diabetes melitus, Anies mengimbau warga menjaga pola hidup sehat, selektif mengonsumsi makanan, dan rajin olahraga. Selain itu, melakukan kontrol secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat

‘’Sehingga penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin dan bisa diatasi sebelum menjadi ganas dan sulit diobati,’’ tuturnya. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru