23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Kasus Korupsi RTH di Kabupaten Madiun Diseriusi Kejari

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun serius mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek lima ruang terbuka hijau (RTH).

Spesidikasi (spek) konstruksi seluruh infrastruktur itu dipelototi. ‘’Kami sudah cek lapangan beberapa hari lalu,’’ kata Purning Dahono Putro, kasi pidsus kejari setempat, Kamis (8/12).

Penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan RTH bakal digeber. Itu setelah pemeriksaan sejumlah pejabat terkait di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. ‘’Kami bentuk tim ahli, teknik sipil, untuk pengecekan,’’ ujarnya.

Pengecekan lapangan oleh tim ahli dipimpin Purning langsung. Mulai fondasi, hingga material yang digunakan. Pun, struktur bangunannya. Kondisi fisik bakal dicek kesesuaiannya dengan spek. ‘’Semua item pekerjaan pada kontrak diperiksa, mulai paving, urukan, dan lain-lain,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua KPK: Potensi Korupsi di Kota Madiun Cukup Kecil

Diketahui, lima RTH yang kini diselidiki kejari itu merupakan kegiatan tahun anggaran 2019. Dana yang digunakan sebesar Rp 2 miliar. Lima RTH itu tersebar di Munggut, Mejayan, Pandean, Nglames, dan Wungu. ‘’Prinsipnya, kualitas maupun kuantitas pekerjaan di lapangan akan diperiksa,’’ tegasnya.

Purning belum membeberkan hasil pengecekan lapangan lima RTH itu. Dia menekankan, hal tersebut merupakan kewenangan tim ahli. ‘’Cek lapangan ini untuk mempercepat proses penyelidikan yang sedang berjalan,’’ jelasnya. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun serius mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek lima ruang terbuka hijau (RTH).

Spesidikasi (spek) konstruksi seluruh infrastruktur itu dipelototi. ‘’Kami sudah cek lapangan beberapa hari lalu,’’ kata Purning Dahono Putro, kasi pidsus kejari setempat, Kamis (8/12).

Penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan RTH bakal digeber. Itu setelah pemeriksaan sejumlah pejabat terkait di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. ‘’Kami bentuk tim ahli, teknik sipil, untuk pengecekan,’’ ujarnya.

Pengecekan lapangan oleh tim ahli dipimpin Purning langsung. Mulai fondasi, hingga material yang digunakan. Pun, struktur bangunannya. Kondisi fisik bakal dicek kesesuaiannya dengan spek. ‘’Semua item pekerjaan pada kontrak diperiksa, mulai paving, urukan, dan lain-lain,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kecewa, M. Syaiful Arief Tinggalkan Partainya

Diketahui, lima RTH yang kini diselidiki kejari itu merupakan kegiatan tahun anggaran 2019. Dana yang digunakan sebesar Rp 2 miliar. Lima RTH itu tersebar di Munggut, Mejayan, Pandean, Nglames, dan Wungu. ‘’Prinsipnya, kualitas maupun kuantitas pekerjaan di lapangan akan diperiksa,’’ tegasnya.

Purning belum membeberkan hasil pengecekan lapangan lima RTH itu. Dia menekankan, hal tersebut merupakan kewenangan tim ahli. ‘’Cek lapangan ini untuk mempercepat proses penyelidikan yang sedang berjalan,’’ jelasnya. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru