alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Harga Minyak Goreng Melambung Dipicu Mahalnya CPO di Pasar Dunia

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Harga minyak goreng (migor) terus melambung. Kalangan akademisi menyebut, kenaikan harga komoditas itu dipicu mahalnya crude palm oil (CPO) di pasar dunia. Pun, rencana pemerintah memberikan subsidi terhadap migor dinilai langkah tepat.

Kendati demikian, upaya tersebut sebatas solusi jangka pendek. ‘’Memang perlu adanya subsidi minyak goreng. Dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Tetapi juga perlu menyusun strategi jangka panjangnya,’’ kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Madiun (Unipma) Aglis Andhita Hatmawan, Senin (10/1).

Selama subsidi berjalan, pemerintah juga harus berani mengambil langkah menghentikan sementara ekspor CPO. Di sisi lain, meningkatkan kapasitas produksi minyak nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ‘’Pemerintah perlu memprioritaskan kebutuhan dalam negeri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mitra Pihak Ketiga Kekeh Pakai Pupuk Bersubsidi

Aglis juga berharap pemerintah daerah segera melakukan intervensi pasar agar harga komoditas migor tidak semakin liar. ‘’Termasuk meminimalkan adanya oknum yang memanfaatkan kenaikan harga minyak goreng,’’ tuturnya.

Menurut dia, kenaikan harga CPO di pasar dunia memiliki dampak berantai pada perekonomian masyarakat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kata Aglis, industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM) terancam gulung tikar. ‘’Ketika harga bahan baku naik, jelas biaya produksi ikut naik,’’ ungkapnya.

Sekadar diketahui, harga migor curah mengalami kenaikan sejak akhir tahun lalu. Memasuki 2022, harga justru merangkak naik. Yakni, menyentuh Rp 20 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal hanya Rp 12 ribu. (mg4/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Harga minyak goreng (migor) terus melambung. Kalangan akademisi menyebut, kenaikan harga komoditas itu dipicu mahalnya crude palm oil (CPO) di pasar dunia. Pun, rencana pemerintah memberikan subsidi terhadap migor dinilai langkah tepat.

Kendati demikian, upaya tersebut sebatas solusi jangka pendek. ‘’Memang perlu adanya subsidi minyak goreng. Dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Tetapi juga perlu menyusun strategi jangka panjangnya,’’ kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Madiun (Unipma) Aglis Andhita Hatmawan, Senin (10/1).

Selama subsidi berjalan, pemerintah juga harus berani mengambil langkah menghentikan sementara ekspor CPO. Di sisi lain, meningkatkan kapasitas produksi minyak nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ‘’Pemerintah perlu memprioritaskan kebutuhan dalam negeri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Megah, Kaji Mbing Resmikan Gedung Baru MIN 2 Madiun Berfasilitas Lengkap

Aglis juga berharap pemerintah daerah segera melakukan intervensi pasar agar harga komoditas migor tidak semakin liar. ‘’Termasuk meminimalkan adanya oknum yang memanfaatkan kenaikan harga minyak goreng,’’ tuturnya.

Menurut dia, kenaikan harga CPO di pasar dunia memiliki dampak berantai pada perekonomian masyarakat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kata Aglis, industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM) terancam gulung tikar. ‘’Ketika harga bahan baku naik, jelas biaya produksi ikut naik,’’ ungkapnya.

Sekadar diketahui, harga migor curah mengalami kenaikan sejak akhir tahun lalu. Memasuki 2022, harga justru merangkak naik. Yakni, menyentuh Rp 20 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal hanya Rp 12 ribu. (mg4/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/