alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Madrasah Curi Start PPDB

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pintu penerimaan peserta didik baru (PPDB) lingkup madrasah telah dibuka. Ribuan pagu tersedia di lembaga pendidikan berbasis agama itu di Kabupaten Madiun. ‘’Pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu,’’ kata Kasi Pendma Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Orbazan Wazir, Selasa (10/5).

Berbeda dengan madrasah, sekolah umum seperti SD, SMP, dan SMA saat ini baru tahap persiapan PPDB. Kendati demikian, Orbazan menampik lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag nyolong start.

Orbazan menekankan bahwa pembukaan PPDB di madrasah sudah sesuai ketentuan. Pun, kata dia, sejak dulu pendaftaran di madrasah dilaksanakan lebih dulu ketimbang sekolah umum. ‘’Untuk madrasah, pendaftaran berakhir sampai Juni nanti,’’ ungkapnya.

Di Kabupaten Madiun saat ini terdapat total 136 madrasah. Perinciannya, empat MI negeri dan 71 MI swasta, 12 MTs negeri dan 28 MTs swasta, serta empat MA negeri dan 17 MA swasta. ‘’Pendaftaraan tahun ini dilaksanakan semi-online. Boleh datang langsung ke madrasah, bisa juga secara online,’’ ujar Orbazan.

Baca Juga :  Fondasi Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Antardusun di Madiun Putus

Orbazan mengatakan bahwa puluhan lembaga MI dan MTs itu secara akumulatif menerima 5-10 ribu siswa baru. Sementara, jenjang MA tidak lebih dari 5 ribu dalam PPDB. ‘’Kami tidak pernah menetapkan pagu. Penerimaan siswa baru menyesuaikan ruang kelas yang dimiliki tiap lembaga,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, sesuai ketentuan rasio pembelajaran, jenjang MI, MTs, dan MA, dalam satu rombongan belajar (rombel) minimal diisi 15 siswa. Sementara, batas maksimalnya, MI tidak boleh lebih dari 28 siswa, MTs 32, dan MA 38. ‘’Kalau ada yang melebihi ketentuan akan ada sistem yang langsung menolak. Tapi, kemungkinan seperti itu jarang karena kondisi di lapangan banyak yang pagunya tidak terpenuhi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) baru mempersiapkan petunjuk teknis PPDB tahun ini. Berbagai ketentuan tengah digodok agar pelaksanaannya berjalan lancar. Terkait model pendaftaran, baik SD maupun SMP, bakal menerapkan semi-online. Sekolah yang sudah mumpuni melaksanakan PPDB online dipersilakan. Bagi yang belum, diperbolehkan langsung mendaftar ke sekolah. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pintu penerimaan peserta didik baru (PPDB) lingkup madrasah telah dibuka. Ribuan pagu tersedia di lembaga pendidikan berbasis agama itu di Kabupaten Madiun. ‘’Pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu,’’ kata Kasi Pendma Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Orbazan Wazir, Selasa (10/5).

Berbeda dengan madrasah, sekolah umum seperti SD, SMP, dan SMA saat ini baru tahap persiapan PPDB. Kendati demikian, Orbazan menampik lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag nyolong start.

Orbazan menekankan bahwa pembukaan PPDB di madrasah sudah sesuai ketentuan. Pun, kata dia, sejak dulu pendaftaran di madrasah dilaksanakan lebih dulu ketimbang sekolah umum. ‘’Untuk madrasah, pendaftaran berakhir sampai Juni nanti,’’ ungkapnya.

Di Kabupaten Madiun saat ini terdapat total 136 madrasah. Perinciannya, empat MI negeri dan 71 MI swasta, 12 MTs negeri dan 28 MTs swasta, serta empat MA negeri dan 17 MA swasta. ‘’Pendaftaraan tahun ini dilaksanakan semi-online. Boleh datang langsung ke madrasah, bisa juga secara online,’’ ujar Orbazan.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Dapat Alokasi DAK Pendidikan Rp 67 Miliar

Orbazan mengatakan bahwa puluhan lembaga MI dan MTs itu secara akumulatif menerima 5-10 ribu siswa baru. Sementara, jenjang MA tidak lebih dari 5 ribu dalam PPDB. ‘’Kami tidak pernah menetapkan pagu. Penerimaan siswa baru menyesuaikan ruang kelas yang dimiliki tiap lembaga,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, sesuai ketentuan rasio pembelajaran, jenjang MI, MTs, dan MA, dalam satu rombongan belajar (rombel) minimal diisi 15 siswa. Sementara, batas maksimalnya, MI tidak boleh lebih dari 28 siswa, MTs 32, dan MA 38. ‘’Kalau ada yang melebihi ketentuan akan ada sistem yang langsung menolak. Tapi, kemungkinan seperti itu jarang karena kondisi di lapangan banyak yang pagunya tidak terpenuhi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) baru mempersiapkan petunjuk teknis PPDB tahun ini. Berbagai ketentuan tengah digodok agar pelaksanaannya berjalan lancar. Terkait model pendaftaran, baik SD maupun SMP, bakal menerapkan semi-online. Sekolah yang sudah mumpuni melaksanakan PPDB online dipersilakan. Bagi yang belum, diperbolehkan langsung mendaftar ke sekolah. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/