alexametrics
25 C
Madiun
Monday, September 26, 2022

Dinkes dan RSUD Caruban Beda Data Kasus DBD

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Demam berdarah dengue (DBD) tidak lagi menjadi penyakit musiman. Setidaknya, selama semester pertama tahun ini, penyakit itu selalu muncul saban bulandi Kabupaten Madiun. Ratusan kasus ditemukan sepanjang kurun waktu tersebut. Bahkan, merenggut nyawa beberapa penderita.

‘’Periode Januari sampai Juli tahun ini total ada 207 kasus DBD, yang meninggal dua,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Rabu (10/8).

Catatan dinkes, sepanjang Januari lalu terdapat 70 kasus. Kemudian, selama Februari turun menjadi 35. Sementara, pada Juni ada 14 kasus dan Juli sebanyak 20 (selengkapnya lihat grafis). ‘’Sejauh ini, tren kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari dan Februari,’’ ungkap Djaka.

Djaka menyebutkan, maraknya penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu dipicu berbagai faktor. Salah satunya cuaca. ‘’Karena cuaca tidak menentu, kadang hujan kadang tidak, akhirnya setiap bulan pasti ada kasus DBD,’’ ujarnya.

Berbagai upaya pencegahan dan penanganan, kata dia, sudah dilakukan untuk membendung DBD. Salah satunya melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkelanjutan. Yakni, menguras, menutup, dan mengubur (3M) serta abatisasi bubuk abate.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkab Madiun Maksimalkan Fungsi Tangani Kasus Kekerasan Perempuan

‘’Bila ada kejadian lalu disertai rentetan kasus DBD, akan dilakukan fogging fokus lingkungan terkait,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa sebaran kasus DBD hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

Sementara, RSUD Caruban punya catatan berbeda. Sepanjang Januari-Juli tahun ini rumah sakit pelat merah tersebut telah merawat 289 pasien DBD. Dari jumlah itu, lima di antaranya meninggal dunia. ‘’Bisa jadi kasus suspek, karena ada penyakit lain dengan gejala trombosit turun. Rumah sakit juga menerima pasien dari Ngawi, Bojonegoro, Nganjuk, tidak mesti warga Kabupaten Madiun,’’ dalihnya terkait perbedaan data tersebut. (den/c1/isd)

DBD DALAM ANGKA

Bulan               Kasus

Januari             70

Februari           35

Maret               21

April                22

Mei                  25

Juni                 14

Juli                  20

207 Kasus (2 meninggal): Versi dinkes

289 Kasus (5 meninggal): Versi RSUD Caruban

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Demam berdarah dengue (DBD) tidak lagi menjadi penyakit musiman. Setidaknya, selama semester pertama tahun ini, penyakit itu selalu muncul saban bulandi Kabupaten Madiun. Ratusan kasus ditemukan sepanjang kurun waktu tersebut. Bahkan, merenggut nyawa beberapa penderita.

‘’Periode Januari sampai Juli tahun ini total ada 207 kasus DBD, yang meninggal dua,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Rabu (10/8).

Catatan dinkes, sepanjang Januari lalu terdapat 70 kasus. Kemudian, selama Februari turun menjadi 35. Sementara, pada Juni ada 14 kasus dan Juli sebanyak 20 (selengkapnya lihat grafis). ‘’Sejauh ini, tren kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari dan Februari,’’ ungkap Djaka.

Djaka menyebutkan, maraknya penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu dipicu berbagai faktor. Salah satunya cuaca. ‘’Karena cuaca tidak menentu, kadang hujan kadang tidak, akhirnya setiap bulan pasti ada kasus DBD,’’ ujarnya.

Berbagai upaya pencegahan dan penanganan, kata dia, sudah dilakukan untuk membendung DBD. Salah satunya melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkelanjutan. Yakni, menguras, menutup, dan mengubur (3M) serta abatisasi bubuk abate.

Baca Juga :  21 Orang Penyuka Sesama Lelaki di Madiun Dites HIV

‘’Bila ada kejadian lalu disertai rentetan kasus DBD, akan dilakukan fogging fokus lingkungan terkait,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa sebaran kasus DBD hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

Sementara, RSUD Caruban punya catatan berbeda. Sepanjang Januari-Juli tahun ini rumah sakit pelat merah tersebut telah merawat 289 pasien DBD. Dari jumlah itu, lima di antaranya meninggal dunia. ‘’Bisa jadi kasus suspek, karena ada penyakit lain dengan gejala trombosit turun. Rumah sakit juga menerima pasien dari Ngawi, Bojonegoro, Nganjuk, tidak mesti warga Kabupaten Madiun,’’ dalihnya terkait perbedaan data tersebut. (den/c1/isd)

DBD DALAM ANGKA

Bulan               Kasus

Januari             70

Februari           35

Maret               21

April                22

Mei                  25

Juni                 14

Juli                  20

207 Kasus (2 meninggal): Versi dinkes

289 Kasus (5 meninggal): Versi RSUD Caruban

Most Read

Artikel Terbaru

/