alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Sidang Sengketa Pilkades Gandul, Ada Surat Suara Dobel

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sidang sengketa pemilihan kepala desa (pilkades) Gandul, Pilangkenceng, berlanjut. Sembilan saksi dimintai keterangan Tim Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Desa (TP3KD) Kabupaten Madiun 2021 kemarin (10/1). ‘’Semua saksi diberi kesempatan sama di depan majelis tim, pemohon, dan termohon,’’ kata Ketua TP3KD Kabupaten Madiun 2021 Mujahidin, Selasa (11/1).

Masing-masing pihak menghadirkan saksi. Tujuh anggota TP3KD mencatat seluruh kesaksian dalam sidang-musyawarah tertutup itu. Cakades Gandul nomor 3 Bambang Hariyanto selaku pemohon mengajukan lima saksi. Sementara pihak termohon, yakni panitia pilkades Gandul dan beberapa ketua KPPS, mendatangkan empat saksi. ‘’Seluruh saksi warga Gandul. Mereka disumpah terlebih dahulu sebelum sidang dimulai,’’ ujarnya.

Sidang kedua buntut pilkades draw itu berlangsung enam jam. Mulai pukul 09.00 sampai 15.00 dengan jeda isoma. Menurut Mujahidin, durasi sidang yang cukup lama itu merupakan bentuk keseriusan TP3KD. Satu per satu saksi diberi kesempatan mengutarakan kesaksian. Seluruh unsur permohonan dari pemohon terfasilitasi untuk dicarikan penyelesaian. ‘’Pihak pemohon maupun termohon juga diberi kesempatan bertanya kepada saksi. Kemudian pertanyaan dari tim,’’ papar Mujahidin.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Melambung Dipicu Mahalnya CPO di Pasar Dunia

Dia mengungkapkan, banyak catatan tim untuk menyelesaikan sengketa pilkades Gandul dari sembilan saksi itu. Satu hal paling menonjol, sebut dia, tentang surat suara dobel. Sementara ini, satu dianggap sah dan satu lagi tidak sah. ‘’Apakah surat suara dobel itu satu lipatan atau terselip, masih perlu pembuktian lagi,’’ ungkapnya.

Mujahidin berjanji akan mengumumkan hasil persidangan pada Kamis mendatang (13/1). Dua hari sebelum itu, hasil sidang akan dirapatplenokan. Selanjutnya, setiap anggota TP3KD bakal menggunakan hak prerogatifnya untuk penyelesaian perselisihan. ‘’Semua anggota TP3KD saya pastikan profesional,’’ tegas rektor Universitas Muhammadiyah Madiun itu. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sidang sengketa pemilihan kepala desa (pilkades) Gandul, Pilangkenceng, berlanjut. Sembilan saksi dimintai keterangan Tim Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Desa (TP3KD) Kabupaten Madiun 2021 kemarin (10/1). ‘’Semua saksi diberi kesempatan sama di depan majelis tim, pemohon, dan termohon,’’ kata Ketua TP3KD Kabupaten Madiun 2021 Mujahidin, Selasa (11/1).

Masing-masing pihak menghadirkan saksi. Tujuh anggota TP3KD mencatat seluruh kesaksian dalam sidang-musyawarah tertutup itu. Cakades Gandul nomor 3 Bambang Hariyanto selaku pemohon mengajukan lima saksi. Sementara pihak termohon, yakni panitia pilkades Gandul dan beberapa ketua KPPS, mendatangkan empat saksi. ‘’Seluruh saksi warga Gandul. Mereka disumpah terlebih dahulu sebelum sidang dimulai,’’ ujarnya.

Sidang kedua buntut pilkades draw itu berlangsung enam jam. Mulai pukul 09.00 sampai 15.00 dengan jeda isoma. Menurut Mujahidin, durasi sidang yang cukup lama itu merupakan bentuk keseriusan TP3KD. Satu per satu saksi diberi kesempatan mengutarakan kesaksian. Seluruh unsur permohonan dari pemohon terfasilitasi untuk dicarikan penyelesaian. ‘’Pihak pemohon maupun termohon juga diberi kesempatan bertanya kepada saksi. Kemudian pertanyaan dari tim,’’ papar Mujahidin.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Melambung Dipicu Mahalnya CPO di Pasar Dunia

Dia mengungkapkan, banyak catatan tim untuk menyelesaikan sengketa pilkades Gandul dari sembilan saksi itu. Satu hal paling menonjol, sebut dia, tentang surat suara dobel. Sementara ini, satu dianggap sah dan satu lagi tidak sah. ‘’Apakah surat suara dobel itu satu lipatan atau terselip, masih perlu pembuktian lagi,’’ ungkapnya.

Mujahidin berjanji akan mengumumkan hasil persidangan pada Kamis mendatang (13/1). Dua hari sebelum itu, hasil sidang akan dirapatplenokan. Selanjutnya, setiap anggota TP3KD bakal menggunakan hak prerogatifnya untuk penyelesaian perselisihan. ‘’Semua anggota TP3KD saya pastikan profesional,’’ tegas rektor Universitas Muhammadiyah Madiun itu. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/