alexametrics
24.5 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Bupati Madiun: Serapan Pupuk Subsidi Harus 100 Persen

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Suara lantang petani yang sambat soal pupuk bersubsidi akhirnya sampai juga ke telinga Bupati Madiun Ahmad Dawami. Seakan tak mau disudutkan, bupati mengklaim telah mengambil sejumlah langkah taktis untuk mengatasi masalah tersebut. ‘’Arahan saya jelas untuk ini, serapan pupuk subsidi harus 100 persen,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati, Jumat (11/3).

Diketahui, alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Madiun tahun ini meleset dari usulan. Urea, misalnya, dari usulan 31.383 ton hanya mendapat 23.348 ton. NPK dari usulan 31.131 ton mendapat 10.899 ton. Jatah itu pun lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. ‘’RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) sudah dibuat dan dikirim ke provinsi. Tapi, dari pusat memang ada penurunan (alokasi, Red),’’ dalihnya.

Kondisi tersebut yang membuat petani sambat. Sedangkan Kaji Mbing telah mengambil beberapa langkah untuk menyikapinya. Salah satunya, mendorong petani agar menyerap seluruh jatah pupuk subsidi. ‘’Serapan 100 persen itu harus dipercepat agar saya dan Pak Wabup bisa minta lagi ke provinsi,’’ ungkapnya.

Menurut dia, cara tersebut mutlak sebagai pijakan penyelesaian masalah. Capaian itu sebagai dasar pemkab untuk ganti sambat ke provinsi. Sebab, permintaan tambahan alokasi kemungkinan kecil digubris jika jatah reguler tidak habis. ‘’Tingkat serapan antar kecamatan juga memengaruhi. Karena itu, serapan harus diperkuat,’’ pintanya.

Baca Juga :  Porprov 2022, Koni Kabupaten Madiun Target Dulang Empat Medali Emas

Diketahui, ada banyak tahapan dan proses sebelum pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani. Ada rute mulai produsen, distributor, sampai kios. Soal itu, Kaji Mbing mengklaim juga sudah ambil langkah. ‘’Dinas pertanian sudah melangkah, bahkan sudah sosialisasi sampai tingkat bawah dan mendorong yang punya jatah pupuk untuk segera diambil,’’ sebut Kaji Mbing.

Pun, lanjut dia, pejabat dinas pertanian dan perikanan (disperta) sampai penyuluh pertanian lapangan (PPL) sudah dikumpulkan pekan lalu. Guna mencari solusi atas masalah tersebut.

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun Parna menyampaikan, sesuai regulasi pupuk subsidi disalurkan per bulan. Hal tersebut menjadi salah satu biang gaduh belakangan ini. Termasuk kedatangan puluhan petani dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD setempat Rabu (9/3) lalu.

Dia menekankan, petani boleh menyerap pupuk subsidi dengan skema imbuh. ‘’Misal, jatah bulan Maret habis, petani bisa mengambil jatah pupuk subsidi bulan depannya,’’ jelas Parna. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Suara lantang petani yang sambat soal pupuk bersubsidi akhirnya sampai juga ke telinga Bupati Madiun Ahmad Dawami. Seakan tak mau disudutkan, bupati mengklaim telah mengambil sejumlah langkah taktis untuk mengatasi masalah tersebut. ‘’Arahan saya jelas untuk ini, serapan pupuk subsidi harus 100 persen,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati, Jumat (11/3).

Diketahui, alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Madiun tahun ini meleset dari usulan. Urea, misalnya, dari usulan 31.383 ton hanya mendapat 23.348 ton. NPK dari usulan 31.131 ton mendapat 10.899 ton. Jatah itu pun lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. ‘’RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) sudah dibuat dan dikirim ke provinsi. Tapi, dari pusat memang ada penurunan (alokasi, Red),’’ dalihnya.

Kondisi tersebut yang membuat petani sambat. Sedangkan Kaji Mbing telah mengambil beberapa langkah untuk menyikapinya. Salah satunya, mendorong petani agar menyerap seluruh jatah pupuk subsidi. ‘’Serapan 100 persen itu harus dipercepat agar saya dan Pak Wabup bisa minta lagi ke provinsi,’’ ungkapnya.

Menurut dia, cara tersebut mutlak sebagai pijakan penyelesaian masalah. Capaian itu sebagai dasar pemkab untuk ganti sambat ke provinsi. Sebab, permintaan tambahan alokasi kemungkinan kecil digubris jika jatah reguler tidak habis. ‘’Tingkat serapan antar kecamatan juga memengaruhi. Karena itu, serapan harus diperkuat,’’ pintanya.

Baca Juga :  Dua Tahun Surplus, Target Retribusi Parkir Pemkab Madiun Diturunkan

Diketahui, ada banyak tahapan dan proses sebelum pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani. Ada rute mulai produsen, distributor, sampai kios. Soal itu, Kaji Mbing mengklaim juga sudah ambil langkah. ‘’Dinas pertanian sudah melangkah, bahkan sudah sosialisasi sampai tingkat bawah dan mendorong yang punya jatah pupuk untuk segera diambil,’’ sebut Kaji Mbing.

Pun, lanjut dia, pejabat dinas pertanian dan perikanan (disperta) sampai penyuluh pertanian lapangan (PPL) sudah dikumpulkan pekan lalu. Guna mencari solusi atas masalah tersebut.

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun Parna menyampaikan, sesuai regulasi pupuk subsidi disalurkan per bulan. Hal tersebut menjadi salah satu biang gaduh belakangan ini. Termasuk kedatangan puluhan petani dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD setempat Rabu (9/3) lalu.

Dia menekankan, petani boleh menyerap pupuk subsidi dengan skema imbuh. ‘’Misal, jatah bulan Maret habis, petani bisa mengambil jatah pupuk subsidi bulan depannya,’’ jelas Parna. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/