alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Kaji Mbing Optimistis Program Prioritas Tercapai di 2023

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas demokrasi perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Madiun coba ditingkatkan. Seiring digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2023 kemarin (10/3).

Berbagai pihak dan elemen masyarakat terlibat untuk menentukan pijakan awal pembangunan tahun depan dengan tema Penguatan Daya Saing Daerah tersebut. ‘’Semua harus optimistis program-program prioritas tercapai,’’ kata Bupati Ahmad Dawami dalam sambutannya.

Ada lima program prioritas 2023. Percepatan pembangunan infrastruktur kawasan strategis seperti di Caruban maupun kawasan Selingkar Wilis. Kemudian, pengembangan berbagai produk asli Kabupaten Madiun. Seperti olahan hasil pertanian.

Hal tersebut juga akan disandingkan dengan pengembangan pariwisata karena berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. ‘’Ada tiga ribu produk. Sementara pemberdayaan menjadi solusi mengatasi pengangguran dan kemiskinan,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Program prioritas ketiga terkait kesiapsiagaan kebencanaan. Sementara keempat dan kelima penguatan kelembagaan dan pengembangan pasar. ‘’Titik nol saya dan Pak Wabup (Hari Wuryanto, Red) dimulai 2018 akhir. Pada 2023 pasti akan finalkan berbagai target yang kami rencanakan,’’ janjinya.

Baca Juga :  Pemkab Anggap Demo PGI Sia-Sia

Kaji Mbing optimistis pencapaian sudah disiapkan sejak awal seperti perencanaan yang sama antara pemkab dengan desa, one team one dream. Keran masukan rencana pembangunan 2023 telah dibuka. Berbagai pihak dan elemen masyarakat dapat berkontribusi untuk penyempurnaan RKPD.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Kurnia Aminulloh menambahkan, musrenbang di Pendapa Muda Graha kemarin juga mengandung banyak maksud. Seperti wadah silaturahmi, komunikasi, dan sinergitas seluruh komponen masyarakat dalam pencapaian visi dan misi kabupaten ini. ‘’Ini juga untuk mewujudkan sinkronisasi antara usulan hasil musrenbang RKPD tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya,’’ jelas Kurnia. (den/c1/sat/adv)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas demokrasi perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Madiun coba ditingkatkan. Seiring digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2023 kemarin (10/3).

Berbagai pihak dan elemen masyarakat terlibat untuk menentukan pijakan awal pembangunan tahun depan dengan tema Penguatan Daya Saing Daerah tersebut. ‘’Semua harus optimistis program-program prioritas tercapai,’’ kata Bupati Ahmad Dawami dalam sambutannya.

Ada lima program prioritas 2023. Percepatan pembangunan infrastruktur kawasan strategis seperti di Caruban maupun kawasan Selingkar Wilis. Kemudian, pengembangan berbagai produk asli Kabupaten Madiun. Seperti olahan hasil pertanian.

Hal tersebut juga akan disandingkan dengan pengembangan pariwisata karena berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. ‘’Ada tiga ribu produk. Sementara pemberdayaan menjadi solusi mengatasi pengangguran dan kemiskinan,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Program prioritas ketiga terkait kesiapsiagaan kebencanaan. Sementara keempat dan kelima penguatan kelembagaan dan pengembangan pasar. ‘’Titik nol saya dan Pak Wabup (Hari Wuryanto, Red) dimulai 2018 akhir. Pada 2023 pasti akan finalkan berbagai target yang kami rencanakan,’’ janjinya.

Baca Juga :  Lesus Sapu Alun-Alun Caruban, 8 Booth PKL Berantakan

Kaji Mbing optimistis pencapaian sudah disiapkan sejak awal seperti perencanaan yang sama antara pemkab dengan desa, one team one dream. Keran masukan rencana pembangunan 2023 telah dibuka. Berbagai pihak dan elemen masyarakat dapat berkontribusi untuk penyempurnaan RKPD.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Kurnia Aminulloh menambahkan, musrenbang di Pendapa Muda Graha kemarin juga mengandung banyak maksud. Seperti wadah silaturahmi, komunikasi, dan sinergitas seluruh komponen masyarakat dalam pencapaian visi dan misi kabupaten ini. ‘’Ini juga untuk mewujudkan sinkronisasi antara usulan hasil musrenbang RKPD tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya,’’ jelas Kurnia. (den/c1/sat/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/