alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Usaha Pom Mini Mulai Menjamur

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis di sektor bahan bakar minyak (BBM) kini tidak lagi monopoli warga berkantong tebal. Kaum ekonomi kelas menengah pun memiliki kesempatan membuka usaha tersebut. Salah satunya dengan masuk kemitraan usaha pom mini Pertamina atau Exxon.

”Itu (pom mini, Red) sangat membantu aktivitas masyarakat,” kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Jumat (11/3).

Kendati demikian, Toni mewanti-wanti kepada calon pebisnis agar memperhatikan betul sejumlah aspek. Di antaranya, terkait perizinan resmi, standar keamanan, dan pelayanan. ‘’Harus mengantongi SIUP (surat izin usaha perdagangan) yang dikeluarkan disperdagkop UM. Untuk keamanan, minimal punya APAR (alat pemadam api ringan),”  urainya.

Baca Juga :  Empat Titik Perbatasan Kabupaten Dijaga Ketat

Di sisi lain, kata dia, disperdagkop UM telah mengantisipasi semakin menjamurnya pom mini di Kabupaten Madiun hingga memicu persaingan tidak sehat. ‘’Akan kami lakukan pengawasan,’’ ujarnya. ”Paling tidak, tempatnya tidak terlalu mepet jalan dan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, di Kabupaten Madiun saat ini ada dua perusahaan migas yang mengembangkan usaha pom mini melalui sistem kemitraan. Yakni, Pertamina dan Exxon Mobil. (rio/c1/isd)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis di sektor bahan bakar minyak (BBM) kini tidak lagi monopoli warga berkantong tebal. Kaum ekonomi kelas menengah pun memiliki kesempatan membuka usaha tersebut. Salah satunya dengan masuk kemitraan usaha pom mini Pertamina atau Exxon.

”Itu (pom mini, Red) sangat membantu aktivitas masyarakat,” kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Jumat (11/3).

Kendati demikian, Toni mewanti-wanti kepada calon pebisnis agar memperhatikan betul sejumlah aspek. Di antaranya, terkait perizinan resmi, standar keamanan, dan pelayanan. ‘’Harus mengantongi SIUP (surat izin usaha perdagangan) yang dikeluarkan disperdagkop UM. Untuk keamanan, minimal punya APAR (alat pemadam api ringan),”  urainya.

Baca Juga :  ODGJ Dipasung Tersisa 8 Orang

Di sisi lain, kata dia, disperdagkop UM telah mengantisipasi semakin menjamurnya pom mini di Kabupaten Madiun hingga memicu persaingan tidak sehat. ‘’Akan kami lakukan pengawasan,’’ ujarnya. ”Paling tidak, tempatnya tidak terlalu mepet jalan dan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, di Kabupaten Madiun saat ini ada dua perusahaan migas yang mengembangkan usaha pom mini melalui sistem kemitraan. Yakni, Pertamina dan Exxon Mobil. (rio/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/