alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Jumlah Warga Miskin Tiga Tahun Terakhir di Kabupaten Madiun Naik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemkab Madiun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, warga miskin di kabupaten ini terus meningkat selama tiga tahun terakhir. ‘’Tercatat 81.610 jiwa penduduk miskin tahun lalu,’’ kata Wahyu Wijayanti, pejabat fungsional statistik ahli muda BPS Kabupaten Madiun, Kamis (11/8).

Dia membeberkan, pada 2019 jumlah warga miskin di kabupaten ini 71.910 jiwa. Pada 2020 naik sekitar 8,9 persen menjadi 78.300 jiwa. Pada 2021 kemarin naik 4,2 persen menjadi 81.610 jiwa. ‘’Secara persentase, sebenarnya ada penurunan 4,7 persen tahun lalu (2021, Red) dibanding tahun sebelumnya (2020),’’ ujarnya.

Menurut Wahyu, fluktuasi angka kemiskinan dipengaruhi kenaikan harga dan penurunan pendapatan rumah tangga. Konsumsi makanan dan non makanan bisa jadi tetap. Namun, harga kebutuhan pokok terus meningkat. Hal ini tidak berbanding lurus dengan pendapatan rumah tangga yang cenderung tetap. ‘’Faktor ini menjadikan angka kemiskinan terus meningkat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Usul UNS Kampus Caruban Dihibahkan

Untuk data tahun ini masih roses survei di lapangan. Dijadwalkan, akhir tahun nanti bisa dirilis. Melihat kecenderungan tahun-tahun sebelumnya, Wahyu berharap angka kemiskinan di Kabupaten Madiun menurun. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali. Sehingga, roda ekonomi bisa berjalan normal sebagaimana sebelum pandemi.

‘’Tidak seperti saat pandemi yang banyak mampet (ekonomi, Red). Semoga tahun ini membaik perekonomian warga Kabupaten Madiun, sehingga bisa turun drastis angka kemiskinannya,’’ harap Wahyu. (mg3/c1/sat)

DATA STATISTIK

– 71.910 jiwa warga miskin pada 2019

– 78.300 jiwa warga miskin pada 2020 (naik 8,9 persen)

– 81.610 jiwa warga miskin pada 2021 (naik 4,2 persen)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemkab Madiun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, warga miskin di kabupaten ini terus meningkat selama tiga tahun terakhir. ‘’Tercatat 81.610 jiwa penduduk miskin tahun lalu,’’ kata Wahyu Wijayanti, pejabat fungsional statistik ahli muda BPS Kabupaten Madiun, Kamis (11/8).

Dia membeberkan, pada 2019 jumlah warga miskin di kabupaten ini 71.910 jiwa. Pada 2020 naik sekitar 8,9 persen menjadi 78.300 jiwa. Pada 2021 kemarin naik 4,2 persen menjadi 81.610 jiwa. ‘’Secara persentase, sebenarnya ada penurunan 4,7 persen tahun lalu (2021, Red) dibanding tahun sebelumnya (2020),’’ ujarnya.

Menurut Wahyu, fluktuasi angka kemiskinan dipengaruhi kenaikan harga dan penurunan pendapatan rumah tangga. Konsumsi makanan dan non makanan bisa jadi tetap. Namun, harga kebutuhan pokok terus meningkat. Hal ini tidak berbanding lurus dengan pendapatan rumah tangga yang cenderung tetap. ‘’Faktor ini menjadikan angka kemiskinan terus meningkat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Selesai Dosis Primer, ODGJ dan Disabilitas di Madiun Di-Booster

Untuk data tahun ini masih roses survei di lapangan. Dijadwalkan, akhir tahun nanti bisa dirilis. Melihat kecenderungan tahun-tahun sebelumnya, Wahyu berharap angka kemiskinan di Kabupaten Madiun menurun. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali. Sehingga, roda ekonomi bisa berjalan normal sebagaimana sebelum pandemi.

‘’Tidak seperti saat pandemi yang banyak mampet (ekonomi, Red). Semoga tahun ini membaik perekonomian warga Kabupaten Madiun, sehingga bisa turun drastis angka kemiskinannya,’’ harap Wahyu. (mg3/c1/sat)

DATA STATISTIK

– 71.910 jiwa warga miskin pada 2019

– 78.300 jiwa warga miskin pada 2020 (naik 8,9 persen)

– 81.610 jiwa warga miskin pada 2021 (naik 4,2 persen)

Most Read

Artikel Terbaru

/