alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Pembangunan Kawasan Monumen Kresek Dilanjutkan Tahun Depan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada pengembangan infrastruktur Monumen Korban Keganasan PKI 1948, Kresek, Wungu, tahun ini. Anggaran cupet membuat dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) setempat keder mengusulkan di perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’PAK itu riskan,’’ kata Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Madiun Mokhamad Hamzah Nugrohanto, Kamis (11/8).

Menurut Hamzah, pengembangan Monumen Kresek sejatinya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Grand design serta detailed engineering design (DED) sudah jadi. Bahkan, pembangunan sudah dikerjakan sekitar 30 persen. ‘’Tidak diusulkan di PAK mempertimbangkan waktu pengerjaan konstruksi maupun tahapan-tahapannya,’’ lanjutnya.

Selain soal waktu, nominal anggaran untuk menyelesaikan sisa 70 persen pengembangan infrastruktur objek wisata sejarah itu tergolong besar. Berdasarkan grand design, butuh duit Rp 9 miliar untuk menuntaskan. ‘’Ada dua fokus pembangunan. Yakni, area utama monumen (sekitar patung) dan area parkir atau  taman,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Capaian Booster Dosis Ketiga di Kabupaten Madiun Belum Maksimal

Karena itu, pihaknya hanya mampu melakukan kegiatan pemeliharaan. ‘’Kondisi Monumen Kresek saat ini belum ideal, masih jauh dari sempurna dibanding grand design-nya,’’ bebernya.

Pengembangan infrastruktur Monumen Kresek bakal dilanjutkan pada 2023. Usulan diajukan untuk pembangunan hingga 100 persen. ‘’Tahun depan kami usulkan melalui telaah staf ke bupati dan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah). Tapi, semua tetap kembali ke kebijakan pimpinan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada pengembangan infrastruktur Monumen Korban Keganasan PKI 1948, Kresek, Wungu, tahun ini. Anggaran cupet membuat dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) setempat keder mengusulkan di perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’PAK itu riskan,’’ kata Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Madiun Mokhamad Hamzah Nugrohanto, Kamis (11/8).

Menurut Hamzah, pengembangan Monumen Kresek sejatinya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Grand design serta detailed engineering design (DED) sudah jadi. Bahkan, pembangunan sudah dikerjakan sekitar 30 persen. ‘’Tidak diusulkan di PAK mempertimbangkan waktu pengerjaan konstruksi maupun tahapan-tahapannya,’’ lanjutnya.

Selain soal waktu, nominal anggaran untuk menyelesaikan sisa 70 persen pengembangan infrastruktur objek wisata sejarah itu tergolong besar. Berdasarkan grand design, butuh duit Rp 9 miliar untuk menuntaskan. ‘’Ada dua fokus pembangunan. Yakni, area utama monumen (sekitar patung) dan area parkir atau  taman,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Kursi Kepala Dinas di Pemkab Madiun Lowong

Karena itu, pihaknya hanya mampu melakukan kegiatan pemeliharaan. ‘’Kondisi Monumen Kresek saat ini belum ideal, masih jauh dari sempurna dibanding grand design-nya,’’ bebernya.

Pengembangan infrastruktur Monumen Kresek bakal dilanjutkan pada 2023. Usulan diajukan untuk pembangunan hingga 100 persen. ‘’Tahun depan kami usulkan melalui telaah staf ke bupati dan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah). Tapi, semua tetap kembali ke kebijakan pimpinan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/