alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Anggota DPRD Kabupaten Madiun dari PKB Ini WO saat Rapat Bahas Pilkades

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi walkout Sudira, anggota DPRD Kabupaten Madiun, dalam RDP membahas gaduh pilkades serentak kemarin (10/11) tak lazim. Biasanya, peserta rapat yang berseberangan pendapat meninggalkan ruangan. Namun, Sudira memilih pindah meja. Dari semula sederet dengan kolega, beralih ke barisan masyarakat. ‘’Kalau saya duduk di depan, saya tidak bisa menyuarakan (unek-unek, Red),’’ kata Sudira.

Aksi Sudira dilakukan pada menit-menit akhir RDP. Semula dia meninggalkan ruang RDP. Namun, masuk kembali dan duduk bersama masyarakat penolak bacakades dari luar daerah. Dia langsung menyalakan mik menginterupsi pimpinan. ‘’Saya ingin menyampaikan sesuatu berkaitan penegakan hukum di pilkades nanti,’’ selanya.

RDP kemarin juga dihadiri unsur TNI-Polri. Sudira juga menunjukkan interupsinya ke aparat yang datang. Sudira sependapat dengan keresahan masyarakat adanya potensi ”main-main” dalam pilkades. Mengingat, ketentuan warga luar daerah yang bisa macung.
Pun, kemungkinan muncul calon abal-abal untuk kepentingan tertentu. ‘’Kalau nanti ditemukan permainan dari pihak yang niatnya menjatuhkan calon yang diminati masyarakat, langsung laporkan ke pihak berwajib,’’ tegas warga Desa Pucanganom, Kebonsari, itu.

Baca Juga :  Tujuh Warga Madiun Urus Syarat Administrasi Macung Cakades ke Pengadilan

Sudira mengungkapkan, berbagai potensi kecurangan dalam pilkades tak jauh-jauh dari finansial. Sehingga, ada calon yang sengaja membayar calon abal-abal untuk menjatuhkan lawannya. Sebab, regulasi juga menerapkan sistem scoring dengan batasan maksimal calon Kades lima peserta. ‘’Kami tidak akan segan-segan melaporkan kalau ada permainan dan berharap pihak berwenang serius mengusut,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi walkout Sudira, anggota DPRD Kabupaten Madiun, dalam RDP membahas gaduh pilkades serentak kemarin (10/11) tak lazim. Biasanya, peserta rapat yang berseberangan pendapat meninggalkan ruangan. Namun, Sudira memilih pindah meja. Dari semula sederet dengan kolega, beralih ke barisan masyarakat. ‘’Kalau saya duduk di depan, saya tidak bisa menyuarakan (unek-unek, Red),’’ kata Sudira.

Aksi Sudira dilakukan pada menit-menit akhir RDP. Semula dia meninggalkan ruang RDP. Namun, masuk kembali dan duduk bersama masyarakat penolak bacakades dari luar daerah. Dia langsung menyalakan mik menginterupsi pimpinan. ‘’Saya ingin menyampaikan sesuatu berkaitan penegakan hukum di pilkades nanti,’’ selanya.

RDP kemarin juga dihadiri unsur TNI-Polri. Sudira juga menunjukkan interupsinya ke aparat yang datang. Sudira sependapat dengan keresahan masyarakat adanya potensi ”main-main” dalam pilkades. Mengingat, ketentuan warga luar daerah yang bisa macung.
Pun, kemungkinan muncul calon abal-abal untuk kepentingan tertentu. ‘’Kalau nanti ditemukan permainan dari pihak yang niatnya menjatuhkan calon yang diminati masyarakat, langsung laporkan ke pihak berwajib,’’ tegas warga Desa Pucanganom, Kebonsari, itu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ngawi: MPP Wajib One Stop Service dan Didukung Layanan Online

Sudira mengungkapkan, berbagai potensi kecurangan dalam pilkades tak jauh-jauh dari finansial. Sehingga, ada calon yang sengaja membayar calon abal-abal untuk menjatuhkan lawannya. Sebab, regulasi juga menerapkan sistem scoring dengan batasan maksimal calon Kades lima peserta. ‘’Kami tidak akan segan-segan melaporkan kalau ada permainan dan berharap pihak berwenang serius mengusut,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/