alexametrics
30.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Diikuti Dua Pendaftar Bacakades, Pilkades Suluk Rawan Gagal

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Babak tambahan pendaftaran bakal calon kepala desa (bacakades) telah usai. Sejumlah nama macung di tiga desa yang sebelumnya nihil. ‘’Di tiga desa itu sudah ada pendaftar (bacakades) semua,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, Sabtu (11/12).

Tiga desa itu Ngepeh, Saradan; Suluk, Dolopo; dan Nglandung, Geger. Ketiga desa nihil cakades saat penetapan. Sebab, pendaftar tidak memenuhi syarat (TMS) dan ada yang mengundurkan diri. Sehingga, pendaftaran diperpanjang hingga Kamis lalu (9/12). ‘’Pada hari terakhir perpanjangan, Ngepeh ada tiga pendaftar, Suluk dua, dan Nglandung empat,’’ sebut Joko.

Namun, sembilan nama pendaftar bacakades itu tidak serta-merta bisa langsung maju coblosan. Masih ada tahapan yang mesti dilalui. Yakni, verifikasi dan klarifikasi. Berkas pendaftaran dan kesiapan pribadi pendaftar perlu dipastikan panitia pilkades lebih dulu. Ada waktu dua hari usai penutupan. ‘’Sesuai jadwal, penetapan cakades di tiga desa itu besok (hari ini, Red),’’ ujarnya.

Menurut Joko, belum ada jaminan tiga desa itu dapat menggelar pilkades serentak dengan 140 desa lainnya. Sebab, di tiga desa itu sejatinya punya bacakades pada masa pendaftaran reguler. Namun, gugur karena berbagai alasan. Desa Suluk dinilai paling berpotensi jika salah satu bacakades TMS atau mengundurkan diri. ‘’Sesuai regulasi, minimal dua dan maksimal lima cakades di satu desa,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Ribu UMKM Belum Tergarap Maksimal

Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Termasuk, ada desa yang gagal menggelar pilkades. Joko memastikan tidak ada lagi perpanjangan pendaftaran. Sehingga, desa bakal dipimpin penjabat (Pj) Kades jika gagal pilkades. ‘’Kalau memang ada desa yang seperti itu, akan pilkades bersama desa lain pada gelombang berikutnya,’’ terang Joko.

Tahapan pilkades serentak 2021 ini hampir selesai. Saat ini masuk tahap pendaftaran pemilih (tarlih). Bahkan, daftar pemilih sementara (DPS) sudah dirampungkan dan diumumkan ke masyarakat. Agar jika ada kesalahan bisa segera diperbaiki. Pun, jika ada pemilih baru. ‘’DPS itu akan ditetapkan dan ditandatangani para cakades, Minggu (12/12),’’ pungkasnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Babak tambahan pendaftaran bakal calon kepala desa (bacakades) telah usai. Sejumlah nama macung di tiga desa yang sebelumnya nihil. ‘’Di tiga desa itu sudah ada pendaftar (bacakades) semua,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, Sabtu (11/12).

Tiga desa itu Ngepeh, Saradan; Suluk, Dolopo; dan Nglandung, Geger. Ketiga desa nihil cakades saat penetapan. Sebab, pendaftar tidak memenuhi syarat (TMS) dan ada yang mengundurkan diri. Sehingga, pendaftaran diperpanjang hingga Kamis lalu (9/12). ‘’Pada hari terakhir perpanjangan, Ngepeh ada tiga pendaftar, Suluk dua, dan Nglandung empat,’’ sebut Joko.

Namun, sembilan nama pendaftar bacakades itu tidak serta-merta bisa langsung maju coblosan. Masih ada tahapan yang mesti dilalui. Yakni, verifikasi dan klarifikasi. Berkas pendaftaran dan kesiapan pribadi pendaftar perlu dipastikan panitia pilkades lebih dulu. Ada waktu dua hari usai penutupan. ‘’Sesuai jadwal, penetapan cakades di tiga desa itu besok (hari ini, Red),’’ ujarnya.

Menurut Joko, belum ada jaminan tiga desa itu dapat menggelar pilkades serentak dengan 140 desa lainnya. Sebab, di tiga desa itu sejatinya punya bacakades pada masa pendaftaran reguler. Namun, gugur karena berbagai alasan. Desa Suluk dinilai paling berpotensi jika salah satu bacakades TMS atau mengundurkan diri. ‘’Sesuai regulasi, minimal dua dan maksimal lima cakades di satu desa,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Covid-19 saat Nataru, Pengawasan Pasar Diserahkan Satgas

Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Termasuk, ada desa yang gagal menggelar pilkades. Joko memastikan tidak ada lagi perpanjangan pendaftaran. Sehingga, desa bakal dipimpin penjabat (Pj) Kades jika gagal pilkades. ‘’Kalau memang ada desa yang seperti itu, akan pilkades bersama desa lain pada gelombang berikutnya,’’ terang Joko.

Tahapan pilkades serentak 2021 ini hampir selesai. Saat ini masuk tahap pendaftaran pemilih (tarlih). Bahkan, daftar pemilih sementara (DPS) sudah dirampungkan dan diumumkan ke masyarakat. Agar jika ada kesalahan bisa segera diperbaiki. Pun, jika ada pemilih baru. ‘’DPS itu akan ditetapkan dan ditandatangani para cakades, Minggu (12/12),’’ pungkasnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/