alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pemkab Madiun Sebut Realisasi Agrowisata Durian Butuh Proses

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun kerap jadi jujukan pencinta buah durian dari berbagai daerah. Pemkab setempat menangkap potensi tersebut dan berencana membuka agrowisata durian. ‘’Kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo, Rabu (12/1/2022).

Data disperta, luas total kebun durian di Kabupaten Madiun 1.205 hektare. Lahan-lahan itu tersebar di sejumlah wilayah. Meliputi Kecamatan Dagangan, Dolopo, Kare, Gemarang, Wungu, dan Saradan. Hanya, Sodik belum dapat meyebut wilayah yang bakal menjadi agrowisata durian. ‘’Butuh proses dan waktu. Durian juga perlu empat sampai lima tahun untuk berbuah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Masuk Pantai Klayar Mengular 1,5 Kilometer

Menurut Sodik, fondasi agrowisata durian telah dibangun. Tahun lalu pemkab menyalurkan 5.000 bibit durian berbagai jenis ke sejumlah kelompok tani di wilayah Dagangan untuk ditanam di kebun masing-masing. Sebab, pemkab tidak memiliki lahan. ‘’Perlu persiapan yang benar-benar matang untuk agrowisata durian,’’ ungkap Sodik.

Dia berharap rencana ini dapat terealisasi. Pun, untuk komoditas lain. Namun, perlu andil dari banyak pihak. Sebab, ada proses mulai tanam sampai pascapanen. ‘’Kami juga akan memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah desa. Ini terkait kemampuan dan peruntukan anggaran di desa yang juga bisa digunakan untuk itu,’’ beber Sodik. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun kerap jadi jujukan pencinta buah durian dari berbagai daerah. Pemkab setempat menangkap potensi tersebut dan berencana membuka agrowisata durian. ‘’Kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo, Rabu (12/1/2022).

Data disperta, luas total kebun durian di Kabupaten Madiun 1.205 hektare. Lahan-lahan itu tersebar di sejumlah wilayah. Meliputi Kecamatan Dagangan, Dolopo, Kare, Gemarang, Wungu, dan Saradan. Hanya, Sodik belum dapat meyebut wilayah yang bakal menjadi agrowisata durian. ‘’Butuh proses dan waktu. Durian juga perlu empat sampai lima tahun untuk berbuah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Libur Nataru, Tambal PAD Wisata Pacitan

Menurut Sodik, fondasi agrowisata durian telah dibangun. Tahun lalu pemkab menyalurkan 5.000 bibit durian berbagai jenis ke sejumlah kelompok tani di wilayah Dagangan untuk ditanam di kebun masing-masing. Sebab, pemkab tidak memiliki lahan. ‘’Perlu persiapan yang benar-benar matang untuk agrowisata durian,’’ ungkap Sodik.

Dia berharap rencana ini dapat terealisasi. Pun, untuk komoditas lain. Namun, perlu andil dari banyak pihak. Sebab, ada proses mulai tanam sampai pascapanen. ‘’Kami juga akan memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah desa. Ini terkait kemampuan dan peruntukan anggaran di desa yang juga bisa digunakan untuk itu,’’ beber Sodik. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/