alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Gapura Perbatasan Madiun-Nganjuk Tak Sedap Dipandang

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wajah Kabupaten Madiun di kawasan perbatasan daerah tetangga memprihatinkan. Gapura batas wilayah dengan Nganjuk tak terawat dengan baik. Dinas lingkungan hidup (DLH) setempat lempar handuk terkait hal tersebut. ”Kami sudah berupaya, tapi memang belum bisa, termasuk tahun ini,” kata Kepala DLH Edy Bintardjo, Sabtu (12/2).

Ya, gapura perbatasan dengan Nganjuk itu tampak memprihatinkan. Tulisan ’’SELAMAT JALAN’’ di gapura sudah tidak lengkap. Menyisakan ’’SELAMAT JL’’ saja. Empat huruf yang hilang membuat gapura yang berlokasi di Desa Pajaran, Saradan, tersebut tak sedap dipandang. Pun, warna gapura sudah kusam. ”Seperti itu kondisinya,” ujar Edy.

Edy menyebutkan, lima tahun sudah gapura itu tak tersentuh pembaruan. Pun, dia mengamini bahwa perawatan gapura batas wilayah merupakan tanggung jawab dinasnya. Namun, pihaknya tak dapat berbuat banyak. ”Tidak ada anggaran untuk perawatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Toko Aki Dibobol Maling, Rp 31 Juta Amblas

Ketidaktersediaan dana perawatan gapura perbatasan itu, kata Edy, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Usulan anggaran yang diajukan DLH nihil hasil. ”Fokus anggaran masih untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Nasib serupa dialami gapura maupun tugu batas wilayah lainnya. Salah satunya gapura perbatasan dengan Magetan di Desa Kincang Wetan, Jiwan. Pantauan Jawa Pos Radar Caruban, gapura tersebut malah lebih buluk ketimbang yang di perbatasan dengan Nganjuk. Selain kusam, banyak cat di gapura yang terkelupas. ”Tahun ini belum ada anggaran untuk perawatan gapura atau tugu-tugu di Kabupaten Madiun,” pungkasnya. (den/c1/isd/her)

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wajah Kabupaten Madiun di kawasan perbatasan daerah tetangga memprihatinkan. Gapura batas wilayah dengan Nganjuk tak terawat dengan baik. Dinas lingkungan hidup (DLH) setempat lempar handuk terkait hal tersebut. ”Kami sudah berupaya, tapi memang belum bisa, termasuk tahun ini,” kata Kepala DLH Edy Bintardjo, Sabtu (12/2).

Ya, gapura perbatasan dengan Nganjuk itu tampak memprihatinkan. Tulisan ’’SELAMAT JALAN’’ di gapura sudah tidak lengkap. Menyisakan ’’SELAMAT JL’’ saja. Empat huruf yang hilang membuat gapura yang berlokasi di Desa Pajaran, Saradan, tersebut tak sedap dipandang. Pun, warna gapura sudah kusam. ”Seperti itu kondisinya,” ujar Edy.

Edy menyebutkan, lima tahun sudah gapura itu tak tersentuh pembaruan. Pun, dia mengamini bahwa perawatan gapura batas wilayah merupakan tanggung jawab dinasnya. Namun, pihaknya tak dapat berbuat banyak. ”Tidak ada anggaran untuk perawatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Izin Acara Kesenian-Hiburan Diserahkan Satgas Desa

Ketidaktersediaan dana perawatan gapura perbatasan itu, kata Edy, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Usulan anggaran yang diajukan DLH nihil hasil. ”Fokus anggaran masih untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Nasib serupa dialami gapura maupun tugu batas wilayah lainnya. Salah satunya gapura perbatasan dengan Magetan di Desa Kincang Wetan, Jiwan. Pantauan Jawa Pos Radar Caruban, gapura tersebut malah lebih buluk ketimbang yang di perbatasan dengan Nganjuk. Selain kusam, banyak cat di gapura yang terkelupas. ”Tahun ini belum ada anggaran untuk perawatan gapura atau tugu-tugu di Kabupaten Madiun,” pungkasnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/