alexametrics
25.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Penanganan Jembatan Klumutan yang Ambrol Butuh Waktu Lama

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Naga-naganya, keterisolasian ribuan warga Desa Klumutan, Saradan, akan semakin panjang. Sebab, jembatan desa setempat yang ambrol beberapa waktu lalu itu bakal lama ditindaklanjuti. Bisa saja, lebih dari setahun. ‘’Akan kami cek lagi kondisi jembatan setelah musim penghujan selesai,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Anang Tri Tjahjono, Jumat (13/5).

Hingga kini pihaknya masih memikirkan akses darurat. Jembatan Klumutan ambrol akhir Maret lalu. Sejak itu, tiga kali sudah DPUPR datang ke lokasi. Hasil identifikasi, jembatan dinyatakan rusak parah. Penanganan butuh pembangunan jembatan baru. Selain karena kerusakan, lalu lintas yang semakin padat juga jadi pertimbangan. ‘’Beberapa kali cek lapangan itu kerusakan makin parah akibat arus air,’’ ungkap Anang.

Dia menyebutkan, jembatan Klumutan merupakan akses vital warga. Sebanyak 1.550 kepala keluarga (KK) empat dusun di desa setempat terdampak. Warga kesulitan saat hendak keluar desa. Seperti aktivitas ekonomi maupun pendidikan. ‘’Karena berbagai pertimbangan, kami akan segera koordinasi dengan desa dan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) terkait akses darurat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  10 Kali Swab, Seorang Pasien Covid-19 Belum Positif Sembuh

Jembatan Klumutan saat ini ditutup total. Pertimbangannya, kerusakan semakin parah lantaran arus sungai. Sehingga, membahayakan warga yang melintas. Kendati demikian, Anang mengatakan bahwa masih ada kemungkinan jembatan dimanfaatkan kembali sebagai jalur darurat. Asalkan struktur konstruksi dan lahan sekitar sudah stabil. ‘’Kalau kondisi sudah stabil, tampaknya jembatan masih bisa dilalui motor. Yang bahaya itu kalau terus ada pergerakan kerusakan. Akan kami cek lagi nanti,’’ tuturnya.

Hanya, kendaraan roda empat ke atas dilarang melintas. Rencana tersebut bukan cuma mempertimbangkan kestabilan kondisi jembatan. Melainkan juga karena soal ketersediaan anggaran. Ditaksir perlu Rp 12 miliar untuk membangun jembatan baru. ‘’Untuk jembatan baru, perencanaan konstruksi dapat dilakukan pada perubahan tahun ini kalau tersedia anggaran tahun depan,’’ ungkap Anang.

Pembangunan jembatan baru di Klumutan butuh waktu lama. Sehingga, hal tersebut kecil kemungkinan dilaksanakan tahun ini. Masa pengerjaan dipastikan tidak cukup jika anggaran yang dibutuhkan tersedia pada perubahan alokasi keuangan (PAK) tahun ini. ‘’Pengerjaan jembatan baru perlu lima sampai tujuh bulan,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Naga-naganya, keterisolasian ribuan warga Desa Klumutan, Saradan, akan semakin panjang. Sebab, jembatan desa setempat yang ambrol beberapa waktu lalu itu bakal lama ditindaklanjuti. Bisa saja, lebih dari setahun. ‘’Akan kami cek lagi kondisi jembatan setelah musim penghujan selesai,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Anang Tri Tjahjono, Jumat (13/5).

Hingga kini pihaknya masih memikirkan akses darurat. Jembatan Klumutan ambrol akhir Maret lalu. Sejak itu, tiga kali sudah DPUPR datang ke lokasi. Hasil identifikasi, jembatan dinyatakan rusak parah. Penanganan butuh pembangunan jembatan baru. Selain karena kerusakan, lalu lintas yang semakin padat juga jadi pertimbangan. ‘’Beberapa kali cek lapangan itu kerusakan makin parah akibat arus air,’’ ungkap Anang.

Dia menyebutkan, jembatan Klumutan merupakan akses vital warga. Sebanyak 1.550 kepala keluarga (KK) empat dusun di desa setempat terdampak. Warga kesulitan saat hendak keluar desa. Seperti aktivitas ekonomi maupun pendidikan. ‘’Karena berbagai pertimbangan, kami akan segera koordinasi dengan desa dan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) terkait akses darurat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Usulkan Masjid Al Basariyah Jadi Cagar Budaya

Jembatan Klumutan saat ini ditutup total. Pertimbangannya, kerusakan semakin parah lantaran arus sungai. Sehingga, membahayakan warga yang melintas. Kendati demikian, Anang mengatakan bahwa masih ada kemungkinan jembatan dimanfaatkan kembali sebagai jalur darurat. Asalkan struktur konstruksi dan lahan sekitar sudah stabil. ‘’Kalau kondisi sudah stabil, tampaknya jembatan masih bisa dilalui motor. Yang bahaya itu kalau terus ada pergerakan kerusakan. Akan kami cek lagi nanti,’’ tuturnya.

Hanya, kendaraan roda empat ke atas dilarang melintas. Rencana tersebut bukan cuma mempertimbangkan kestabilan kondisi jembatan. Melainkan juga karena soal ketersediaan anggaran. Ditaksir perlu Rp 12 miliar untuk membangun jembatan baru. ‘’Untuk jembatan baru, perencanaan konstruksi dapat dilakukan pada perubahan tahun ini kalau tersedia anggaran tahun depan,’’ ungkap Anang.

Pembangunan jembatan baru di Klumutan butuh waktu lama. Sehingga, hal tersebut kecil kemungkinan dilaksanakan tahun ini. Masa pengerjaan dipastikan tidak cukup jika anggaran yang dibutuhkan tersedia pada perubahan alokasi keuangan (PAK) tahun ini. ‘’Pengerjaan jembatan baru perlu lima sampai tujuh bulan,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/