alexametrics
25.8 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Pemkab Madiun Operasikan Tiga Puskesmas Tampung Pasien Covid-19

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi ledakan kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun coba diantisipasi. Di antaranya dengan mengaktifkan kembali rumah sakit lapangan (RSL), baik milik pemkab maupun provinsi. ‘’Tiga RSL di puskesmas sudah disiapkan,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (14/2).

Tren kasus positif terus naik tiga hari berturut-turut. Kamis (10/2) dengan 48 kasus, Jumat (11/2) 51 kasus, dan Sabtu (12/2) 69 kasus. Sedangkan angka kesembuhan lebih kecil dibandingkan kasus baru. Total, per Sabtu  (12/2), positif aktif di kabupaten ini 109 kasus. ‘’Kami sudah kumpulkan para kepala puskesmas untuk mengoptimalkan 3T (tracing, testing, treatment),’’ lanjut Djaka.

Baca Juga :  Terkait Izin WDR, Komisi D Curigai Ada Permufakatan Jahat

Kendati demikian, semua kasus positif aktif tidak harus dirawat di rumah sakit. Pasien tidak bergejala dan gejala ringan dapat isolasi mandiri (isoman) sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ‘’Yang tidak memenuhi syarat isoman, bisa isoter (isolasi terpusat) di RSL puskesmas,’’ ujarnya.

Tiga RSL puskesmas bakal diaktifkan kembali untuk menampung pasien tak memenuhi syarat isoman. Yakni, Puskesmas Balerejo, Dagangan, dan Gantrung. ‘’Pemanfaatan RSL puskesmas menyesuaikan perkembangan (kasus Covid-19, Red),’’ tuturnya.

Pemkab tak membuka full RSL puskesmas. Tiga puskesmas itu dapat memfungsikan setengah dari kapasitas maksimal. Separonya lagi untuk pasien umum. Tentu saja dengan penyekatan. ‘’Jangan sampai puskesmas itu nganggur kalau kasus menurun,’’ ungkap Djaka. (den/her)

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi ledakan kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun coba diantisipasi. Di antaranya dengan mengaktifkan kembali rumah sakit lapangan (RSL), baik milik pemkab maupun provinsi. ‘’Tiga RSL di puskesmas sudah disiapkan,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (14/2).

Tren kasus positif terus naik tiga hari berturut-turut. Kamis (10/2) dengan 48 kasus, Jumat (11/2) 51 kasus, dan Sabtu (12/2) 69 kasus. Sedangkan angka kesembuhan lebih kecil dibandingkan kasus baru. Total, per Sabtu  (12/2), positif aktif di kabupaten ini 109 kasus. ‘’Kami sudah kumpulkan para kepala puskesmas untuk mengoptimalkan 3T (tracing, testing, treatment),’’ lanjut Djaka.

Baca Juga :  Terkait Izin WDR, Komisi D Curigai Ada Permufakatan Jahat

Kendati demikian, semua kasus positif aktif tidak harus dirawat di rumah sakit. Pasien tidak bergejala dan gejala ringan dapat isolasi mandiri (isoman) sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ‘’Yang tidak memenuhi syarat isoman, bisa isoter (isolasi terpusat) di RSL puskesmas,’’ ujarnya.

Tiga RSL puskesmas bakal diaktifkan kembali untuk menampung pasien tak memenuhi syarat isoman. Yakni, Puskesmas Balerejo, Dagangan, dan Gantrung. ‘’Pemanfaatan RSL puskesmas menyesuaikan perkembangan (kasus Covid-19, Red),’’ tuturnya.

Pemkab tak membuka full RSL puskesmas. Tiga puskesmas itu dapat memfungsikan setengah dari kapasitas maksimal. Separonya lagi untuk pasien umum. Tentu saja dengan penyekatan. ‘’Jangan sampai puskesmas itu nganggur kalau kasus menurun,’’ ungkap Djaka. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/