alexametrics
30.8 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Anggaran Terbatas, Pemkab Madiun Ajukan Bantuan Perbaikan Jalan ke Pemprov

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Bajulan, Saradan, yang tinggal di kanan-kiri ruas Jalan Bajulan-Kaligunting bakal lama merana. Sebab, perbaikan ruas jalan yang rusak parah itu bakal sulit direalisasikan pemkab tahun ini. Alasannya klasik, anggaran saiprit (sedikit).

Bahkan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat masih berencana untuk mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim. ‘’Dengan anggaran yang tersedia, tidak ada satu kilometer yang dapat tertangani,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Gunawi, Kamis (14/4).

Total panjang ruas Jalan Bajulan-Kaligunting 4,9 kilometer. Jalan kabupaten itu sudah berfungsi sebagai jalur arteri. Kendaraan bertonase tinggi seperti truk dan kontainer lewat jalan tersebut. Itu salah satu faktor penyebab seluruh ruas jalan rusak. ‘’Itu (penanganan, Red) dengan konstruksi rigid beton,’’ ungkap Gunawi.

Tambal sulam saja tak cukup. Perlu peningkatan jalan. Namun, tak banyak yang dapat dilakukan pihaknya karena keterbatasan anggaran. Dia menyebutkan, tersedia Rp 3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. ‘’Dengan anggaran itu (DAK, Red) hanya bisa menangani 0,9 kilometer,’’ ujarnya.

Karena itu, skala prioritas diterapkan. Mengingat tingkat kerusakan ruas Jalan Bajulan-Kaligunting berbeda. Sehingga, penanganan tidak serta-merta dari titik nol jalan. ‘’Untuk menerapkan yang 0,9 kilometer itu akan dicari titik paling parah. Jadi, bisa di awal, tengah, atau akhir ruas jalan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Harga Daging Sapi di Madiun Meroket, Sentuh Rp 130 Ribu Per Kilogram

Tak sampai 20 persen ruas jalan itu tertangani dengan anggaran tahun ini. Masih tersisa empat kilometer yang butuh konstruksi rigid beton. ‘’Sisa empat kilometer itu butuh Rp 15 miliar,’’ sebut Gunawi.

Pihaknya bakal memanfaatkan status ruas Jalan Bajulan-Kaligunting saat ini. Yakni, dalam proses peralihan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Tahun ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) gubernur. ‘’Karena anggaran kurang, kami coba usulkan BK (bantuan keuangan) ke provinsi,’’ tuturnya.

Senin (11/4) lalu sejumlah warga Bajulan menanami ruas jalan ini dengan puluhan pohon pisang. Aksi ”Salam dari Bajulan” tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pengendara agar lebih hati-hati. Sebab, kerap terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Pun, bentuk protes agar kerusakan jalan segera diperbaiki. ‘’Kami juga tetap akan melakukan penanganan darurat,’’ janji Gunawi. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Bajulan, Saradan, yang tinggal di kanan-kiri ruas Jalan Bajulan-Kaligunting bakal lama merana. Sebab, perbaikan ruas jalan yang rusak parah itu bakal sulit direalisasikan pemkab tahun ini. Alasannya klasik, anggaran saiprit (sedikit).

Bahkan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat masih berencana untuk mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim. ‘’Dengan anggaran yang tersedia, tidak ada satu kilometer yang dapat tertangani,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Gunawi, Kamis (14/4).

Total panjang ruas Jalan Bajulan-Kaligunting 4,9 kilometer. Jalan kabupaten itu sudah berfungsi sebagai jalur arteri. Kendaraan bertonase tinggi seperti truk dan kontainer lewat jalan tersebut. Itu salah satu faktor penyebab seluruh ruas jalan rusak. ‘’Itu (penanganan, Red) dengan konstruksi rigid beton,’’ ungkap Gunawi.

Tambal sulam saja tak cukup. Perlu peningkatan jalan. Namun, tak banyak yang dapat dilakukan pihaknya karena keterbatasan anggaran. Dia menyebutkan, tersedia Rp 3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. ‘’Dengan anggaran itu (DAK, Red) hanya bisa menangani 0,9 kilometer,’’ ujarnya.

Karena itu, skala prioritas diterapkan. Mengingat tingkat kerusakan ruas Jalan Bajulan-Kaligunting berbeda. Sehingga, penanganan tidak serta-merta dari titik nol jalan. ‘’Untuk menerapkan yang 0,9 kilometer itu akan dicari titik paling parah. Jadi, bisa di awal, tengah, atau akhir ruas jalan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Empat OPD di Pemkab Madiun Dijabat Pelaksana Tugas

Tak sampai 20 persen ruas jalan itu tertangani dengan anggaran tahun ini. Masih tersisa empat kilometer yang butuh konstruksi rigid beton. ‘’Sisa empat kilometer itu butuh Rp 15 miliar,’’ sebut Gunawi.

Pihaknya bakal memanfaatkan status ruas Jalan Bajulan-Kaligunting saat ini. Yakni, dalam proses peralihan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Tahun ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) gubernur. ‘’Karena anggaran kurang, kami coba usulkan BK (bantuan keuangan) ke provinsi,’’ tuturnya.

Senin (11/4) lalu sejumlah warga Bajulan menanami ruas jalan ini dengan puluhan pohon pisang. Aksi ”Salam dari Bajulan” tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pengendara agar lebih hati-hati. Sebab, kerap terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Pun, bentuk protes agar kerusakan jalan segera diperbaiki. ‘’Kami juga tetap akan melakukan penanganan darurat,’’ janji Gunawi. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/