alexametrics
23.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Ketua DPRD Kabupaten Madiun: Perbaiki Jalan Bajulan sebelum Dialihkan Statusnya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mendesak pemkab menyelesaikan kerusakan ruas Jalan Bajulan-Kaligunting. Sebab, tindak lanjut itu akan berpengaruh pada upaya pengalihan status sebagai jalan provinsi. ‘’Masalah jalan di Bajulan itu sudah parah,’’ kata Fery, Jumat (15/4).

Diketahui, ruas Jalan Bajulan-Kaligunting diusulkan menjadi jalan provinsi sejak 2019. Upaya itu dilakukan karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, kendaraan yang melintas jalur tersebut sudah seperti jalur arteri. Banyak kendaraan besar dan lalu lintas padat. Namun, hingga kini ruas 4,9 kilometer itu masih berstatus jalan kabupaten. ‘’Memang ada usulan itu, tapi provinsi sendiri tidak mau ngawur,’’ ungkap Fery.

Pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat mengklaim pelimpahan status jalan sudah masuk tahap menunggu surat keputusan (SK) gubernur. Namun, menurut Fery, pemprov tak akan menerima begitu saja. Tentu ada berbagai pertimbangan. Salah satunya, kondisi kerusakan jalan. ‘’Kalau jalan diserahkan dalam kondisi berlubang-lubang seperti itu, provinsi nggak akan mau. Jalan harus normal dulu,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Magetan Ingatkan PT KSS Bayar Pekerja Sesuai UMK

Desakan perbaikan kerusakan datang dari berbagai kalangan. Termasuk aksi ‘’Salam dari Bajulan’’ beberapa waktu lalu. Warga setempat menanam puluhan pohon pisang untuk mengingatkan pengendara agar lebih hati-hati lantaran kerap terjadi kecelakaan. Pun, bentuk protes agar cepat diperbaiki.

DPUPR setempat berencana melakukan peningkatan jalan dengan rigid beton. Namun, anggaran yang ada saiprit (sedikit). Ada Rp 3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. Ditaksir hanya cukup untuk 0,9 kilometer. ‘’Semoga saja anggaran dari DAK itu betul-betul klir tahun ini,’’ tutur Fery.

Sementara empat kilometer ruas jalan sisanya belum pasti. Padahal, ditaksir ruas jalan tersebut butuh Rp 15 miliar untuk penanganan rigid beton. Pemkab berencana mengusulkan bantuan keuangan ke pemprov. ‘’Sebenarnya kami juga sering menegur DPUPR mengenai Jalan Bajulan-Kaligunting itu,’’ ujarnya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mendesak pemkab menyelesaikan kerusakan ruas Jalan Bajulan-Kaligunting. Sebab, tindak lanjut itu akan berpengaruh pada upaya pengalihan status sebagai jalan provinsi. ‘’Masalah jalan di Bajulan itu sudah parah,’’ kata Fery, Jumat (15/4).

Diketahui, ruas Jalan Bajulan-Kaligunting diusulkan menjadi jalan provinsi sejak 2019. Upaya itu dilakukan karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, kendaraan yang melintas jalur tersebut sudah seperti jalur arteri. Banyak kendaraan besar dan lalu lintas padat. Namun, hingga kini ruas 4,9 kilometer itu masih berstatus jalan kabupaten. ‘’Memang ada usulan itu, tapi provinsi sendiri tidak mau ngawur,’’ ungkap Fery.

Pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat mengklaim pelimpahan status jalan sudah masuk tahap menunggu surat keputusan (SK) gubernur. Namun, menurut Fery, pemprov tak akan menerima begitu saja. Tentu ada berbagai pertimbangan. Salah satunya, kondisi kerusakan jalan. ‘’Kalau jalan diserahkan dalam kondisi berlubang-lubang seperti itu, provinsi nggak akan mau. Jalan harus normal dulu,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Truk Diseruduk Fortuner, Migor Berhamburan di Tol Madiun

Desakan perbaikan kerusakan datang dari berbagai kalangan. Termasuk aksi ‘’Salam dari Bajulan’’ beberapa waktu lalu. Warga setempat menanam puluhan pohon pisang untuk mengingatkan pengendara agar lebih hati-hati lantaran kerap terjadi kecelakaan. Pun, bentuk protes agar cepat diperbaiki.

DPUPR setempat berencana melakukan peningkatan jalan dengan rigid beton. Namun, anggaran yang ada saiprit (sedikit). Ada Rp 3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. Ditaksir hanya cukup untuk 0,9 kilometer. ‘’Semoga saja anggaran dari DAK itu betul-betul klir tahun ini,’’ tutur Fery.

Sementara empat kilometer ruas jalan sisanya belum pasti. Padahal, ditaksir ruas jalan tersebut butuh Rp 15 miliar untuk penanganan rigid beton. Pemkab berencana mengusulkan bantuan keuangan ke pemprov. ‘’Sebenarnya kami juga sering menegur DPUPR mengenai Jalan Bajulan-Kaligunting itu,’’ ujarnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/