alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Bupati Madiun: Layanan Kesehatan Mesti Waspada Hepatitis Akut

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya preventif diambil Pemkab Madiun terkait hepatitis akut. Berbagai fasilitas pelayanan kesehatan diminta mewaspadai jenis penyakit yang dikabarkan tengah mewabah itu. ‘’Hepatitis akut yang sedang in saat ini belum ada kepastian identitasnya, tapi tetap diantisipasi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Minggu (15/5).

Kaji Mbing -sapaan bupati- mengungkapkan bahwa pemkab telah mengambil langkah menyikapi kabar mewabahnya hepatitis akut. Mulai puskesmas sampai rumah sakit serta pelayanan kesehatan di tingkat bawah diimbau lebih waspada. Pun, jika ditemukan kasus hepatitis segera ditindaklanjuti. ‘’Dilakukan antisipasi preventif yang betul-betul ada output-nya,’’ ujarnya.

Hingga saat ini pemkab belum menerima laporan terkait hepatitis akut. Kendati demikian, Kaji Mbing enggan kecolongan. Petugas kesehatan diminta menggencarkan berbagai informasi mengenai penyakit tersebut.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi, Kejari Periksa Anggota DPRD Kabupaten Madiun

Kaji Mbing menuturkan, hepatitis akut berbeda dengan jenis penyakit serupa seperti hepatitis B. Sebab, informasi yang beredar menyatakan bahwa yang terduga terjangkit merupakan orang yang sudah imunisasi hepatitis. ‘’Baik peningkatan pemahaman di masyarakat maupun teknik pencegahannya,’’ tegasnya.

Kaji Mbing menekankan, setiap warga mesti berhati-hati sekaligus menerapkan pola hidup sehat. Termasuk tidak memakai peralatan pribadi secara bergantian. ‘’Hingga saat ini belum ada laporan. Semoga penyakit tersebut tidak masuk ke Kabupaten Madiun,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya preventif diambil Pemkab Madiun terkait hepatitis akut. Berbagai fasilitas pelayanan kesehatan diminta mewaspadai jenis penyakit yang dikabarkan tengah mewabah itu. ‘’Hepatitis akut yang sedang in saat ini belum ada kepastian identitasnya, tapi tetap diantisipasi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Minggu (15/5).

Kaji Mbing -sapaan bupati- mengungkapkan bahwa pemkab telah mengambil langkah menyikapi kabar mewabahnya hepatitis akut. Mulai puskesmas sampai rumah sakit serta pelayanan kesehatan di tingkat bawah diimbau lebih waspada. Pun, jika ditemukan kasus hepatitis segera ditindaklanjuti. ‘’Dilakukan antisipasi preventif yang betul-betul ada output-nya,’’ ujarnya.

Hingga saat ini pemkab belum menerima laporan terkait hepatitis akut. Kendati demikian, Kaji Mbing enggan kecolongan. Petugas kesehatan diminta menggencarkan berbagai informasi mengenai penyakit tersebut.

Baca Juga :  Kejaksaan Dalami Unsur Tipikor Penyimpangan Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun

Kaji Mbing menuturkan, hepatitis akut berbeda dengan jenis penyakit serupa seperti hepatitis B. Sebab, informasi yang beredar menyatakan bahwa yang terduga terjangkit merupakan orang yang sudah imunisasi hepatitis. ‘’Baik peningkatan pemahaman di masyarakat maupun teknik pencegahannya,’’ tegasnya.

Kaji Mbing menekankan, setiap warga mesti berhati-hati sekaligus menerapkan pola hidup sehat. Termasuk tidak memakai peralatan pribadi secara bergantian. ‘’Hingga saat ini belum ada laporan. Semoga penyakit tersebut tidak masuk ke Kabupaten Madiun,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/